CERMIN: Hilde, Darby, dan Detektif Generasi Z

Sabtu, 30 Desember 2023 - 06:59 WIB
loading...
CERMIN: Hilde, Darby,...
Serial A Murder at the End of the World menampilkan sosok detektif perempuan dari Gen Z. Foto/Disney+
A A A
JAKARTA - Tahun 2020. Saat pandemi masih menghajar seluruh dunia, Apple TV memperkenalkan kita pada sosok bocah fenomenal. Seorang jurnalis cilik bernama Hilde Lysiak.

Pada 2 April 2016, Hilde berada di kantor polisi menanyakan kepada polisi tentang kesimpulan kasus vandalisme yang diikutinya. Ia lantas mendengar kepala polisi menjelaskan bahwa ia harus meninggalkan kantor karena telah terjadi sesuatu yang penting.

Hilde segera mengetahui bahwa panggilan tersebut terkait pembunuhan yang hanya berjarak beberapa blok dari rumahnya: seorang perempuan meninggal secara mengenaskan dan polisi mencurigai suaminya telah membunuhnya dengan palu. Hilde pergi ke TKP dan kemudian bergegas pulang untuk memberikan laporan kepada ayahnya, yang lantas disunting dan dipublikasikan via website-nya Orange Street News dengan judul EKSKLUSIF: PEMBUNUHAN DI JALAN KESEMBILAN.

Baca Juga: CERMIN: Waluyo Kehilangan Uang, Rumah, Keluarga, dan Harga Dirinya

Kisah luar biasa Hilde yang masih berusia sembilan tahun ketika mencoba menyelidiki kasus pembunuhan itu lantas diadaptasi menjadi serial 10 episode yang tayang di Apple TV berjudul Home Before Dark. Kita tahu bahwa pembunuhan semakin menarik minat generasi muda untuk mencari tahu misteri di baliknya, dan terutama untuk menyebarluaskan informasinya kepada masyarakat.

Berbeda dengan Hilde, Darby Hart yang berusia 24 tahun justru tertarik dengan pembunuhan sejak 'dicemplungkan' tanpa sengaja oleh ayahnya. Sang ayah yang mengasuhnya seorang diri yang berprofesi sebagai pemeriksa medis kasus kepolisian sering kali mengajaknya ke TKP.

CERMIN: Hilde, Darby, dan Detektif Generasi Z

Foto: Disney+

Perlahan tapi pasti, seperti Hilde, Darby remaja mengembangkan keterampilan analisisnya, kecermatan melihat segala detail terutama yang sering kali tak dihiraukan orang. Ia juga mulai mempelajari pola-pola yang sering kali diulang oleh pembunuh berbagai varian.

Berbeda dengan Hilde yang ekstrover, Darby justru introver dan menghabiskan waktunya berselancar via dark web. Dari petualangan inilah ia bertemu Bill yang kelak akan menjadi semacam 'partner in crime'-nya. Keduanya berbagi hasrat yang sama, berbagi keingintahuan yang sama, dan bisa jadi juga sama-sama kesepian.

Petualangannya dengan Bill dan penjelajahannya mencari pembunuh yang telah menghabisi nyawa banyak perempuan membuatnya menulis buku The Silver Doe. Buku ini juga menarik perhatian dari miliuner, Andy Ronson, yang kelak mengundangnya dalam sebuah retreat jauh di Islandia. Sejumlah orang terpilih dikumpulkan di tempat terpencil dan membaca judul serial ini, kita tentunya sudah bisa menebak apa yang akan terjadi.

Tapi A Murder at the End of the World bukanlah sekadar karya tipikal mengupas siapa dalang pembunuhan yang terjadi di sana. Duo kreator Zal Batmanglij dan Brit Marling memasukkan bumbu isu khas yang terasa darurat sekaligus relevan dibicarakan hari-hari ini.

CERMIN: Hilde, Darby, dan Detektif Generasi Z

Foto: Disney+

Dari soal perubahan iklim yang disinyalir akan berlangsung lebih cepat dari yang seharusnya, dan bagaimana Artificial Intelligence (Andy lebih suka menyebutnya Alternative Intelligence) mengambil alih banyak hal dari kehidupan pribadi kita. Juga bagaimana kekayaan tak terhingga dan kekuasaan tak terbatas bisa disalahgunakan hingga kekerasan terhadap perempuan.

Sekilas di atas kertas mungkin terasa terlalu banyak tapi percayalah, semua bumbu tersebut bisa diracik dengan takaran yang pas sehingga terasa mengalir alamiah dalam urat nadi cerita serial tujuh episode yang tayang di Disney+ tersebut.

Selain pergeseran usia, kita juga melihat bahwa sosok detektif tak lagi digambarkan sekaku Hercule Poirot, detektif masyhur yang muncul dalam banyak kisah yang ditulis Agatha Christie. Atau dibuat mirip dengan Benoit Blanc dalam dwilogi Knives Out yang juga terinspirasi dari Hercule.

Kini kita berhadapan dengan detektif perempuan muda, dengan wajah polos tak berdosa, dengan rambut dicat pink dan melek teknologi. Hilde dan Darby adalah detektif generasi Z yang mengambil alih tongkat estafet dari Hercule dan Benoit.

Namunkasus pembunuhan yang terjadi di dunia ini berusia sepanjang manusia hidup di bumi. Motifnya hampir selalu berulang, sering kali karena kecemburuan, nafsu, juga sering kali dilakukan seorang psikopat yang terlalu banyak waktu luang.

CERMIN: Hilde, Darby, dan Detektif Generasi Z

Foto: Disney+

Namun A Murder at the End of the World menyodorkan sebuah premis supermenarik yang bisa jadi adalah ekstensi dari penggambaran sejumlah pembuat film dari puluhan tahun sebelumnya. Bahwa mereka khawatir ada masa saat para robot menguasai bumi dan melakukan hal-hal yang tak seharusnya terjadi.

Generasi Z yang diwakili Hilde dan Darby bisa jadi lebih memahami akar masalah sekiranya hal tersebut terjadi. Mereka mampu mengurai mengapa hal tersebut bisa terjadi dan terutama mencari solusi (termasuk solusi jangka pendek) untuk mencegah kerusakan tak terjadi lebih luas.

Baca Juga: 10 Drama Korea Misteri Rating Tertinggi Sedekade Terakhir di MyDramaList

Mereka adalah generasi yang sejak kecil sudah terbiasa dengan ponsel pintar, menghabiskan sebagian besar waktunya dengan ponsel di tangan mereka. Berbeda dengan banyak orang yang menggunakannya sekadar untuk menyebar kebencian di media sosial.

Darby memanfaatkan ponselnya untuk melacak mayat-mayat tak dikenal dan kasus-kasus pembunuhan tak terpecahkan di seantero Amerika. Darby menjadi sosok unsung heroes yang bisa jadi tak banyak dikenal orang tapi membuat keluarga para korban lega karena akhirnya tahu nasib orang-orang yang disayanginya.

A Murder at the End of the World
Produser: Deb Dyer
Sutradara: Zal Batmanglij, Brit Marling
Penulis Skenario: Zal Batmanglij, Brit Marling, Rebecca Roanhorse, melanie Marnich
Pemain: Emma Corrin, Brit Marling, Harris Dickinson

Ichwan Persada
Sutradara/produser/penulis skenario, pernah menjadi dosen di Universitas Padjajaran dan SAE Institute, bisa dikontak via Instagram @ichwanpersada
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Love Scout Episode 9...
Love Scout Episode 9 Tidak Tayang, SBS Siapkan Siaran Spesial
3 Pertanyaan When The...
3 Pertanyaan When The Phone Rings yang Belum Terjawab Jelang Tamat
5 Drama Korea Terpopuler...
5 Drama Korea Terpopuler Desember 2024, When The Phone Rings Juaranya
Rekomendasi
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Berita Terkini
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved