alexametrics

Australia Giatkan Makanan Bersertikat Halal

loading...
Australia Giatkan Makanan Bersertikat Halal
Australia semakin menggiatkan makanan bersertikat halal, khususnya daging merah. Hal ini untuk menarik umat muslim Indonesia. Foto/Ilustrasi/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Australia terus berusaha menarik minat umat muslim. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya makanan bersertifikasi halal di Negeri Kanguru tersebut, tak terkecuali daging merah yang menjadi bahan makanan.

Country Manager Meat & Livestock Australia (MLA) Valeska mengatakan daging sapi dan domba Australia sudah bersertifikasi halal. Sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh lembaga MUI untuk menjamin keamanan  dan kenyamanan umat muslim, khususnya masyarakat Indonesia.

"Semua daging sapi, kambing dan domba Australia itu semua halal dan sudah disertifikasi halal oleh MUI. Untuk bisa masuk Indonesia, daging mengikuti standar Australia dan disertifikasi oleh MUI," kata Valeska saat acara Workshop Indonesian Fusion Food Up Lift di The Rotz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Senin (12/3/2018).

"Sapi-sapi dipelihara di kandang besar. Makanannya dipisah, tergantung jenis sapi. Misalnya padi dengan campuran vitamin dan mineral. Kami benar-benar menjaga proses halal dan sangat menjaga kebersihan dan keamanan pangannya," tambah dia.

Untuk penyembelihan atau pemotongan setiap daging sesuai dengan syariat Islam, di mana daging dipotong mengikuti arah kiblat dan dilakukan oleh orang muslim bersetifikasi. Dengan demikian, Valeska menekankan untuk tidak perlu khawatir lagi saat mengomsumsi daging Australia.

"Kita memotongnya juga mengikuti kiblat dan dilakukan oleh orang muslim bersertifikasi. Sapi yang sudah mati, kemudian diperiksa pakar halal untuk memastikan bahwa penyebab kematiannya karena penyembelihan bukan karena lainnya," tandasnya.

Sementara untuk darah, kulit, lemak serta jeroan seperti lidah, otak, hati, mata, ginjal dan lainnya tidak dibuang percuma begitu saja. Seluruhnya tetap bermanfaat dengan dijual ke berbagai perusahaan.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak