alexametrics

Awas! Jangan Remehkan Gangguan Tidur

loading...
Awas! Jangan Remehkan Gangguan Tidur
Awas! Jangan Remehkan Gangguan Tidur. (Ilustrasi).
A+ A-
KUALITAS tidur yang rendah mengakibatkan individu kesulitan berkonsentrasi, kemampuan belajar menurun hingga dapat berujung gangguan mental.

Ada lebih dari 100 tipe gangguan tidur, tapi yang paling banyak terjadi adalah insomnia yang dapat terjadi lantaran dipicu oleh gaya hidup yang sibuk, stres, serta penggunaan gawai yang sangat intens. Kurang tidur atau buruknya kualitas tidur diketahui memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan dalam jangka panjang dan pendek.



Beberapa penelitian mengatakan bahwa perbandingan kualitas tidur dibanding kuantitas tidur memiliki pengaruh yang lebih besar pada kualitas hidup dan fungsi tubuh pada siang hari. Gangguan tidur ini juga bukan hanya diderita oleh orang tua tapi juga mereka di usia produktif. Dalam jangka panjang, penderita insomnia dikhawatirkan dapat mengurangi produktivitas dan kualitas hidupnya.

Menurut Psikolog Klinis Aurora Lumbantoruan dikatakan insomnia apabila kondisinya sulit untuk memulai tidur, sulit untuk tetap tidur, ataupun individu tidak merasakan dampak dari tidur, dan yang terakhir kombinasi dari tiga hal tersebut. Ia menyatakan, gangguan tidur memiliki mempunyai hubungan dua arah dengan gangguan mental. Dimana 50% penderita gangguan tidur juga mengalami gangguan mental. Dan 90% penderita depresi mengalami gangguan tidur.

“Kurang tidur menyebabkan emosional kita lebih meningkat, kita juga cenderung menanggapi suatu hal dengan reaksi berlebihan serta lebih lambat ambil keputusan,” kata Aurora dalam acara bertema Kenali Utamamu Untuk Menikmati Hidup yang diadakan Amlife. Reaksi emosional yang meningkat itu menyebabkan rentan terkena depresi.

Berbagai kebiasaan dapat membuat sulit tidur, sebut saja membawa pekerjaan ke rumah dan bekerja di malam hari, tidur siang, tidur di kemudian waktu untuk menebus jam tidur yang hilang dan kerja shift dengan jam kerja yang tidak teratur. Maka itu kita harus menyadari ritme tubuh atau yang diketahui sebagai alarm biologis dan menjaganya setiap hari untuk meningkatkan kualitas tidur dan rutinitas.

Bagi mereka yang harus bekerja di malam hari profesi perawat atau pilot misalnya, Aurora menyarankan agar melakukan proses adaptasi dengan merubah jam tidur sehingga malam kondisinya terjaga, jaga waktu tidur agar tidak terganggu, hati-hati terhadap emosi dan perubahan perilaku, dan usahakan tetap bersosialisasi supaya tetap sehat mental. “Kalau sudah dua minggu insomnia segera periksa ke dokter,” bebernya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak