CERMIN: Monster Itu Bernama Prasangka

Jum'at, 05 Januari 2024 - 15:22 WIB
loading...
CERMIN: Monster Itu...
Film Jepang Monster menampilkan kisah dari sudut pandang berbeda dengan benang merah tentang prasangka. Foto/Toho
A A A
JAKARTA - Tahun 2003. Berselang empat tahun setelah tragedi Columbine High School, Gus Van Sant merilis film yang memperlihatkan dua perspektif dari sebuah peristiwa berjudul Elephant.

Tragedi Columbine High School membuat seantero Amerika syok, nyaris sebanding dengan 'kerusakan' yang ditimbulkan oleh tragedi 11 September. Reaksi masyarakat Amerika berbeda–beda terhadap tragedi tersebut.

Sineas seperti Michael Moore memilih mengangkatnya ke layar lebar dalam bentuk film dokumenter, Bowling For Columbine.Sementara Gus Van Sant menyodorkan Elephant yang memilih mereka ulang keseharian sebelum tragedi tersebut terjadi.

Baca Juga: CERMIN: Waluyo Kehilangan Uang, Rumah, Keluarga, dan Harga Dirinya

Nyaris hingga 45 menit sejak film dimulai, tak terjadi apa–apa. Kamera hanya merekam siswa–siswi berjalan di sepanjang hall sekolah, bergosip, saling menyapa. Juga menyorot salah seorang pelaku bermain piano selama sepuluh menit.

Yang luar biasa adalah ketika Gus mengulang keseluruhan adegan dengan perpektif yang beda. Rasanya, Gus ingin memperlihatkan kemajemukan sudut pandang seseorang terhadap sesuatu atau sekeliling. Dengan melihat suatu kejadian dari berbagai sudut pandang, bisa jadi kita akan mampu ‘melihat’ lebih jernih.

CERMIN: Monster Itu Bernama Prasangka

Foto: Toho

Pilihan dua sudut pandang yang diambil Gus di-upgrade oleh sineas Jepang, Hirokazu Kore-eda dalam Monster. Kali ini ia membeberkan tiga sudut pandang sekaligus dari sebuah cerita yang diimbuhi dengan komentar sosialnya atas perjuangan ibu tunggal, isu LGBTQ, hingga kekerasan terhadap anak.

Karena sudah menyaksikan Elephant lebih daridua puluhtahun lalu, maka saya tak terlalu terpesona pada struktur cerita berlapis yang dibangun penulis skenario Yuji Sakamoto. Namun berbeda dengan Elephant yang cenderung meminimalisir dramatisasi, Monster justru mendorong ceritanya ke level dramatik yang menarik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
MNC University Bersama...
MNC University Bersama Kedutaan Kuba dan Espanolindo Gelar Movie Screening & Photo Exhibition
Mama Sinta Laporkan...
Mama Sinta Laporkan Dandhy Laksono soal Film Pesta Babi, Polisi Lakukan Pendalaman
Rekomendasi
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Berita Terkini
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Tren Perawatan Kulit...
Tren Perawatan Kulit Regeneratif Makin Diminati, Teknologi DNA Ikan Trout Jadi Sorotan
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian
Menjelang 75 Tahun,...
Menjelang 75 Tahun, Kak Seto Beberkan 7 Kunci Hidup Sehat dan Bahagia untuk Lansia
Berangkat dari Kisah...
Berangkat dari Kisah Viral, Cerita Lila Menjelma Jadi Horor Layar Lebar
Infografis
Kim Jong-un Gertak AS...
Kim Jong-un Gertak AS dengan Hwasong-16 Si Monster Nuklir Korut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved