CERMIN: 30 Tahun setelah Alive, Masih Adakah yang Bisa Dibahas dari Tragedi Andes?

Sabtu, 06 Januari 2024 - 08:15 WIB
loading...
CERMIN: 30 Tahun setelah...
Film Society of the Snow menggali kembali tragedi nyata di pegunungan Andes pada 1972 dengan cara berbeda. Foto/Netflix
A A A
JAKARTA - Tahun 1972. Uruguayan Air Force dengan nomor penerbangan Flight 571 hancur lebur berantakan di pegunungan bersalju tebal, Andes. Dari 45 orang penumpang, 16 orang berhasil bertahan selama 72 hari sebelum akhirnya diselamatkan.

Kisah nyata penyelamatan dari seluruh dunia sudah cukup banyak yang diadaptasi menjadi film . Terakhir kali kita menyaksikan sutradara sekaliber Ron Howard mengadaptasi kisah nyata dua belas remaja dan seorang pelatihnya terjebak dalam gua selama berhari-hari tanpa makanan di Thailand dalam Thirteen Lives (2022).

Setelah menyaksikan Society of the Snow yang tayang di Netflix, kita merasa bahwa yang terjadi dalamThirteen Lives'tidak ada apa-apanya'. Rasanya susah membayangkan bagaimana 16 orang berhasil bertahan tanpa makanan, dikepung udara superdingin dan bersalju selama 72 hari. Kisah ini masyhur di seluruh dunia dan pada 1993 difilmkan oleh sutradara Frank Marshall yang menampilkan Ethan Hawke sebagai pemeran utama dengan judul Alive.

Baca Juga: CERMIN: Monster Itu Bernama Prasangka

Alive diadaptasi berdasarkan buku karya Piers Paul Read. Bukunya dirilis hanya berselang dua tahun setelah tragedi dan butuh dua puluh tahun bagi Hollywood untuk menjadikannya film. Sebagaimana kebiasaan Hollywood, maka banyak hal yang terasa hilang dari film tersebut.

Sebagai contoh, identitas penumpang yang sebagian besar berkewarganegaraan Uruguay dimusnahkan begitu saja. Pendekatan yang ditempuh Alive pun terasa sangat Hollywood hingga nyaris menghilangkan esensi “survival” dari yang terjadi pada peristiwa aslinya.

CERMIN: 30 Tahun setelah Alive, Masih Adakah yang Bisa Dibahas dari Tragedi Andes?

Foto: Netflix

Tapi J.A Bayona tak datang dengan keinginan untuk mengoreksi yang sudah dilakukan Frank Marshall. Bisa jadi karena jarak tragedi dengan waktu pembuatan filmnya yang cukup lama membuat sang sutradara bisa mengambil jarak yang tepat untuk melihat tragedi ini dengan kacamata yang berbeda.

Juga bisa jadi karena Society of the Snow mendasarkan kisahnya pada buku berbeda yang kali ini ditulis berdasar kesaksian 16 orang penyintas oleh Pablo Vierci. Karena itulah yang kita lihat dan rasakah dalam film berdurasi 144 menit ini adalah sebuah horor yang mengguncang rasa kemanusiaan kita.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Rekomendasi
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
Cristiano Ronaldo Viral...
Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Berita Terkini
Pangeran William Tampil...
Pangeran William Tampil di Acara 'New Heights' pada Hari Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce
Taylor Swift dan Travis...
Taylor Swift dan Travis Kelce Resmi Menikah, Tampil Mewah dengan Busana Dior
Nasib Richard Lee Ditentukan...
Nasib Richard Lee Ditentukan 14 Juli, JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi
Berapa Kali Berhubungan...
Berapa Kali Berhubungan Seks agar Cepat Hamil? Dokter Bagikan Tipsnya
Dokter Ungkap Kebiasaan...
Dokter Ungkap Kebiasaan Pria Pakai Celana Ketat Bisa Merusak Kualitas Sperma
Perjuangan Tak Mengkhianati...
Perjuangan Tak Mengkhianati Hasil, dari Ojek Online Kini Jadi Konten Kreator Sukses
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved