Memaknai 4 Fase Hidup Menurut Tokoh Psikolog CG Jung
Selasa, 14 April 2020 - 18:02 WIB
loading...
A
A
A
Gairah masa muda yang seolah meledak-ledak mulai diseimbangkan dengan kesadaran baru tentang adanya keterbatasan-keterbatasan yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam menyikapi segala sesuatu. Bahwa segala hal akan selesai pada waktunya. Maka, ia pun mulai memikirkan hakl-hal lain selain pencapaian di dalam hidupnya.
Fase hidup ini menjadi sangat menarik untuk direnungi dalam kehidupan. Sudah sampai di fase manakah kehidupan kita? C. G. Jung dalam salah satu kutipannya mengingatkan kita bahwa kita tidak bisa hidup terus-menerus tanpa beradaptasi dengan kondisi dan masa.
Kita tidak bisa menghidupi siang hari dengan cara kita menghidupi pagi hari. Apa yang baik di pagi hari akan berkurang saat sore hari dan kebenaran pada pagi hari bisa menjadi sebuah kebohongan saat sore hari.
“We can not live the afternoon of life according to the program of life’s morning, for what was great in the morning will be little at evening and what in the morning was true, at evening will have become a lie.”
Iffah Sulistyawati Hartana
Kontributor GenSINDO
Institut Teknologi Bandung
Instagram: @iffahshrtn
Fase hidup ini menjadi sangat menarik untuk direnungi dalam kehidupan. Sudah sampai di fase manakah kehidupan kita? C. G. Jung dalam salah satu kutipannya mengingatkan kita bahwa kita tidak bisa hidup terus-menerus tanpa beradaptasi dengan kondisi dan masa.
Kita tidak bisa menghidupi siang hari dengan cara kita menghidupi pagi hari. Apa yang baik di pagi hari akan berkurang saat sore hari dan kebenaran pada pagi hari bisa menjadi sebuah kebohongan saat sore hari.
“We can not live the afternoon of life according to the program of life’s morning, for what was great in the morning will be little at evening and what in the morning was true, at evening will have become a lie.”
Iffah Sulistyawati Hartana
Kontributor GenSINDO
Institut Teknologi Bandung
Instagram: @iffahshrtn
(it)
Lihat Juga :