Keindahan dan Keberagaman Pulau Permata Hitam Jadi Inspirasi Konsep Paul Shady
Minggu, 07 Januari 2024 - 13:15 WIB
loading...
Paul Hendri Eria atau dIkenal dengan nama Paul Shady, merupakan konten kreator asal Nabire, Papua, yang saat ini tinggal di Tembagapura, Timika. Foto/ MNC Media.
A
A
A
JAKARTA - Paul Hendri Eria atau dIkenal dengan nama Paul Shady, merupakan konten kreator asal Nabire, Papua, yang saat ini tinggal di Tembagapura, Timika.
Memulai menjalani langkah pertamanya menjadi seorang kreator dengan semangat di bidang musik dan kecintaan terhadap Rap, Paul mulai meng-upload video-videonya di YouTube pada 2012.
“Awalnya kalau dibilang iseng-iseng upload sembarangan, sembarangan video lah yang gak berkonsep itu ya dari tahun 2012 ya, terus bikin-bikin, sampai tau YouTube bisa menghasilkan dan lain-lain itu di tahun 2016-2017. Jadi ya bisa dibilang ya mulai fokus untuk bikin konten yang beneran ya 2016-2017 gitu,” jelas Paul.
Dalam kurun waktu 11 tahun, YouTube channel Paul mengalami perubahan yang signifikan dalam konten utama yang diangkat oleh dirinya. Dirinya juga merasakan perubahan yang sangat jauh berbeda dari jumlah penonton dari konten-kontennya.
“Memang jauh sekali sih dulu pertama kali bikin video itu hampir setiap hari diliatin itu video. Ada penonton, 5 orang, 10 orang, sampai kalau sudah 100 doang itu udah senang banget. Itu bisa nunggunya sampai 1-2 bulan lah sampai 100 orang bisa nonton video itu, sekarang ya memang udah jauh lah, cukup jauh mungkin dalam satu hari ya sudah bisa dapat 100 orang penonton lah. Ya sejam dua jam lah bisa, dulu beda banget lah lebih cepat naiknya,” jelas Paul.
Memulai menjalani langkah pertamanya menjadi seorang kreator dengan semangat di bidang musik dan kecintaan terhadap Rap, Paul mulai meng-upload video-videonya di YouTube pada 2012.
“Awalnya kalau dibilang iseng-iseng upload sembarangan, sembarangan video lah yang gak berkonsep itu ya dari tahun 2012 ya, terus bikin-bikin, sampai tau YouTube bisa menghasilkan dan lain-lain itu di tahun 2016-2017. Jadi ya bisa dibilang ya mulai fokus untuk bikin konten yang beneran ya 2016-2017 gitu,” jelas Paul.
Dalam kurun waktu 11 tahun, YouTube channel Paul mengalami perubahan yang signifikan dalam konten utama yang diangkat oleh dirinya. Dirinya juga merasakan perubahan yang sangat jauh berbeda dari jumlah penonton dari konten-kontennya.
“Memang jauh sekali sih dulu pertama kali bikin video itu hampir setiap hari diliatin itu video. Ada penonton, 5 orang, 10 orang, sampai kalau sudah 100 doang itu udah senang banget. Itu bisa nunggunya sampai 1-2 bulan lah sampai 100 orang bisa nonton video itu, sekarang ya memang udah jauh lah, cukup jauh mungkin dalam satu hari ya sudah bisa dapat 100 orang penonton lah. Ya sejam dua jam lah bisa, dulu beda banget lah lebih cepat naiknya,” jelas Paul.
Lihat Juga :