Kasus Pertama, Flu Burung Sebabkan Kematian Beruang Kutub
Selasa, 09 Januari 2024 - 23:45 WIB
loading...
A
A
A
Hewan-hewan ini sangat berisiko terkena perubahan iklim, karena pemanasan Arktik berarti berkurangnya es laut, yang mereka andalkan untuk berburu dan membesarkan anak.
Hewan tersebut juga memainkan peran penting sebagai predator utama di wilayah itu, menjaga rantai makanan tetap sehat dengan memakan predator lain seperti anjing laut yang jika dibiarkan akan berdampak besar pada jumlah ikan.
Namun, dengan berkurangnya es laut, beruang kutub juga beralih ke sumber makanan lain, dan juga diketahui suka mengais. Tampaknya itulah yang terjadi di sini. Beruang yang terinfeksi sebelumnya memakan bangkai burung yang terjangkit virus H5N1.
"Jika seekor burung mati karena hal ini, apalagi jika dipelihara di lingkungan yang dingin, virus dapat bertahan untuk sementara waktu di lingkungan tersebut," ungkap Dr Gerlach.
Pada wabah-wabah sebelumnya, virus ini sebagian besar menyerang unggas peliharaan, di mana unggas liar membantu menyebarkan penyakit ini. Sekarang virus telah menyebar ke hewan lain.
Hewan tersebut juga memainkan peran penting sebagai predator utama di wilayah itu, menjaga rantai makanan tetap sehat dengan memakan predator lain seperti anjing laut yang jika dibiarkan akan berdampak besar pada jumlah ikan.
Namun, dengan berkurangnya es laut, beruang kutub juga beralih ke sumber makanan lain, dan juga diketahui suka mengais. Tampaknya itulah yang terjadi di sini. Beruang yang terinfeksi sebelumnya memakan bangkai burung yang terjangkit virus H5N1.
"Jika seekor burung mati karena hal ini, apalagi jika dipelihara di lingkungan yang dingin, virus dapat bertahan untuk sementara waktu di lingkungan tersebut," ungkap Dr Gerlach.
Pada wabah-wabah sebelumnya, virus ini sebagian besar menyerang unggas peliharaan, di mana unggas liar membantu menyebarkan penyakit ini. Sekarang virus telah menyebar ke hewan lain.
(tsa)
Lihat Juga :