Alkohol Berisiko Sebabkan Berbagai Penyakit

Kamis, 26 April 2018 - 11:31 WIB
Alkohol Berisiko Sebabkan Berbagai Penyakit
Alkohol Berisiko Sebabkan Berbagai Penyakit
A A A
MASIH 28 tahun, DJ Avicii tutup usia karena gangguan pada pankreas dan segenap keluhan lain. Konsumsi alkohol berlebih penyebabnya. Ketahui berbagai penyakit lain yang bisa disebabkan kebiasaan buruk ini.

Di usia yang masih produktif, sang DJ sudah menderita beragam masalah kesehatan selama beberapa tahun terakhir. DJ yang bernama asli Tim Bergling ini ditemukan tewas di Oman. Avicii meninggal pada Jumat (20/4) sore hari waktu setempat di Oman.

Empat tahun lalu, dia sempat menjalani prosedur medis berupa pengangkatan kantung empedu dan usus buntunya. Diketahui, Avicii sempat vakum dari pekerjaannya lantaran gangguan kesehatan yang dialami, salah satunya pankreatitis akut. Ini adalah peradangan yang terjadi di pankreas dalam waktu yang cukup singkat.

Kebiasaan mengonsumsi alkohol dapat membuat pankreas menjadi radang. Pankreatitis ini menyebabkan gangguan pencernaan yang menimbulkan rasa nyeri di perut dan diare yang menetap. Di samping pankreatitis, paparan alkohol juga bisa menimbulkan gangguan hati dan kecelakaan bermotor. Bukan hanya itu, ada banyak risiko kesehatan yang bisa disebabkan alkohol.

“Alkohol menyebabkan berbagai hal di tubuh. Sayangnya, kita tidak menaruh perhatian penuh pada efeknya ini,” beber James C Garbutt MD, profesor psikiatrik di University of North Carolina yang juga peneliti di University’s Bowles Center for Alcohol Studies, dikutip Webmd.

Konsumsi alkohol berlebihan yang sudah menahun nyatanya dapat berdampak pada beberapa kondisi. Pertama adalah anemia. Kebiasaan minum yang berat bisa menyebabkan jumlah oksigen yang dibawa sel darah merah menjadi rendah. Inilah yang disebut anemia, yang bisa berisiko perasaan lemas, napas pendek, dan sakit kepala.

Kalau itu masih dipandang enteng, perlu Anda ketahui bahwa alkohol juga bisa berkontribusi pada kanker. “Kebiasaan minum (alkohol) meningkatkan risiko kanker,” ujar Jurgen Rehm PhD, Kepala University of Toronto’s Department of Addiction Policy dan ilmuwan senior di Centre for Addiction and Mental Health, Toronto.

Para ahli meyakini, meningkatnya risiko ini disebabkan tubuh mengubah alkohol menjadi acetaldehyde yang berpotensi karsinogen. Jenis kanker yang berhubungan dengan penggunaan alkohol ini seperti kanker mulut, tenggorokan, laring, esofagus, hati, payudara, dan kanker usus.

Nah, risiko kanker ini bahkan dua kali lipat pada peminum yang juga perokok. Hal ini juga ditegaskan dr Wong Seng Weng, Medical Directory & Consultant Specialist The Cancer Center (TCC), yang merupakan bagian dari Singapore Medical Group (SMG).

“Makanya, sebaiknya wanita hanya meminum satu gelas kecil alkohol sehari, sedangkan pria dua gelas,” kata peneliti yang mengeksplorasi metode pengobatan kanker terbaru ini.

Peminum juga berisiko terserang penyakit jantung dan stroke. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada 2005, peneliti dari Harvard menemukan bahwa minum alkohol berlebih bisa melipatgandakan risiko kematian. Peminum berat juga berpeluang menderita lemah jantung (cardiomyopathy) yang bisa menyebabkan penyumbatan hingga akhirnya kematian mendadak.

Alkohol sedianya adalah racun bagi selsel hati. Maka itu, banyak peminum berat yang menderita sirosis, yaitu kerusakan hati kronis, dari berbagai penyebab yang mengarah ke jaringan parut dan gagal hati.

Beberapa peminum berat tidak terkena sirosis, tapi orang yang minum alkohol tidak banyak malah bisa terserang penyakit ini. Tidak bisa dipastikan memang, yang jelas kaum hawa lebih rentan mengembangkan penyakit ini.

Alkohol Ancam Kesehatan Otak
Seiring usia, otak manusia akan menyusut, yaitu sekitar 1,9% per dekade. Kondisi ini masih normal, tetapi yang terjadi pada peminum berat, penyusutan berlangsung lebih cepat dan menyasar area tertentu di otak.

Alhasil, terjadilah kehilangan memori dan gejala lain yang mengarah ke demensia. “Peminum berat juga bisa berisiko menurunnya kemampuan merencanakan sesuatu, membuat keputusan, memecahkan masalah, dan segenap kemampuan lainnya yang membuat kita mengoptimalkan fungsi sebagai seorang manusia,” ucap Garbutt.

Kekurangan nutrisi serius juga dialami peminum berat. Alkohol juga merusak kesehatan mental. Peminum berat sering kali mengalami depresi, tetapi masih ada perdebatan mana yang muncul lebih dulu, apakah kebiasaan minum atau depresi.

Ada teori yang menyatakan bahwa orang depresi menjadikan alkohol sebagai sarana medikasi untuk memulihkan keluhan mental mereka. Namun, studi dari Selandia Baru menunjukkan bahwa ada kemungkinan peminum berat mengarah pada keadaan depresi. (Sri Noviarni)
(nfl)
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
berita/ rendering in 0.7340 seconds (0.1#10.140)