Gambar AI Mirip Taylor Swift Viral di Situs Porno, Swifties Marah Besar
Jum'at, 26 Januari 2024 - 12:31 WIB
loading...
A
A
A
“Siapa pun yang membuat sampah ini perlu ditangkap. Apa yang saya lihat benar-benar menjijikkan, dan omong s**t semacam ini seharusnya ilegal... kita PERLU melindungi wanita dari hal-hal seperti ini,” kata penggemar lainnya.
Taylor Swift sendiri belum memberi respons terkait masalah tersebut. Namun, penggemarnya terus memberikan pembelaan.
Hal tersebut membuat beberapa akun yang membagikan konten AI Taylor Swift ditangguhkan. Beberapa konten bahkan telah dihapuskan.
Pornografi deepfake merupakan situs ilegal di Texas, Minnesota, New York, Virginial, Hawaii dan Georgia. Di Illinois dan California, korban dapat menuntut pencipta pornografi di pengadilan atas pencemaran nama baik.
Menurut analisis oleh peneliti independen Genevieve Oh yang dibagikan dengan The Associated Press pada bulan Desember, lebih dari 143.000 video deepfake baru diposting online tahun ini, yang melampaui setiap tahun digabungkan. Masalahnya diperburuk oleh troll media sosial yang memposting ulang gambar.
“Konten ini melanggar kebijakan kami dan kami menghapusnya dari platform kami dan mengambil tindakan terhadap akun yang mempostingnya,” tulis salah satu juru bicara Meta.
Taylor Swift sendiri belum memberi respons terkait masalah tersebut. Namun, penggemarnya terus memberikan pembelaan.
Hal tersebut membuat beberapa akun yang membagikan konten AI Taylor Swift ditangguhkan. Beberapa konten bahkan telah dihapuskan.
Pornografi deepfake merupakan situs ilegal di Texas, Minnesota, New York, Virginial, Hawaii dan Georgia. Di Illinois dan California, korban dapat menuntut pencipta pornografi di pengadilan atas pencemaran nama baik.
Menurut analisis oleh peneliti independen Genevieve Oh yang dibagikan dengan The Associated Press pada bulan Desember, lebih dari 143.000 video deepfake baru diposting online tahun ini, yang melampaui setiap tahun digabungkan. Masalahnya diperburuk oleh troll media sosial yang memposting ulang gambar.
“Konten ini melanggar kebijakan kami dan kami menghapusnya dari platform kami dan mengambil tindakan terhadap akun yang mempostingnya,” tulis salah satu juru bicara Meta.
Lihat Juga :