Nikmati Musim Dingin di Jepang, Kerlap-kerlip Lampu Menara Tokyo Hangatkan Hati Wisatawan
Jum'at, 26 Januari 2024 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Tampak terlihat menara berwarna oranye dan putih putih berdiri kokoh di tengah kawasan Minato, Tokyo, Jepang.
Tepat pada sore hari, lampu menara dinyalakan secara bersamaan. Sehingga terlihat keindahan dalam kerlap kerlip lampu yang menerangi sekaligus menghangatkan suasana malam hari yang diperkirakan suhu udara mencapai 9-10 derajat celcius itu.
Pemerintah Jepang pun menyediakan spot foto bagi mereka yang ingin mengabadikan momen liburan nya di Menara Tokyo. Tampak sejumlah wisawatan asing mulai dari Tiongkok, Korea Selatan hingga Amerika Serikat mengantri untuk foto secara bergiliran.
Koordinator dari Japan International Cooperation Center (JICE) 2024, Takagi Hitoshi mengatakan bahwa menara tersebut dibangun pasca perang dunia kedua pada Mei 1957. Uniknya pemancar gelombang radio pertama di Jepang ini dibangun menggunakan bahan-bahan dari senjata militer.
"Menara Tokyo dibangun pasca perang dunia kedua. Pasca perang dunia kedua Jepang mengalami kekurangan bahan bangunan atau konstruksi. Jadi senjata militer untuk menghasilkan kerangka menara,"kata Takagi.
Tepat pada sore hari, lampu menara dinyalakan secara bersamaan. Sehingga terlihat keindahan dalam kerlap kerlip lampu yang menerangi sekaligus menghangatkan suasana malam hari yang diperkirakan suhu udara mencapai 9-10 derajat celcius itu.
Pemerintah Jepang pun menyediakan spot foto bagi mereka yang ingin mengabadikan momen liburan nya di Menara Tokyo. Tampak sejumlah wisawatan asing mulai dari Tiongkok, Korea Selatan hingga Amerika Serikat mengantri untuk foto secara bergiliran.
Koordinator dari Japan International Cooperation Center (JICE) 2024, Takagi Hitoshi mengatakan bahwa menara tersebut dibangun pasca perang dunia kedua pada Mei 1957. Uniknya pemancar gelombang radio pertama di Jepang ini dibangun menggunakan bahan-bahan dari senjata militer.
"Menara Tokyo dibangun pasca perang dunia kedua. Pasca perang dunia kedua Jepang mengalami kekurangan bahan bangunan atau konstruksi. Jadi senjata militer untuk menghasilkan kerangka menara,"kata Takagi.
Lihat Juga :