CERMIN: Juru Selamat Itu Kini Menyelamatkan Anak-Anak Korban Perdagangan Manusia
Jum'at, 26 Januari 2024 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Saya sempat membuat film dokumenter panjang pada 2012 berjudul Cerita Dari Tapal Batas yang juga sedikit membahas soal perdagangan manusia di pengujung negeri ini. Kami mengikuti seorang penyintas di Entikong yang diiming-imingi dinikahi seorang asing di negeri asing demi kehidupan yang lebih baik.
Kita tahu akhir kisah-kisah seperti ini hampir selalu adalah bencana. Ella, penyintas itu, tahu bahwa ia, sebagaimana ribuan perempuan lainnya, adalah korban tipu daya para penjual mimpi dan harapan.
Tapi Ella memasuki lingkaran setan perdagangan manusia ketika ia sudah dewasa dan memiliki kemampuan untuk berkelit dan melarikan diri. Berbeda dengan Rocio dan Miguel yang masih kanak-kanak.
![CERMIN: Juru Selamat Itu Kini Menyelamatkan Anak-Anak Korban Perdagangan Manusia]()
Foto: Angel Studios
Ayahnya, Roberto, ditipu perempuan jelita yang berkedok sebagai pencari bakat. Rocio dan Miguel yang memang berwajah rupawan dengan mudah masuk dalam perangkap dan akhirnya kesulitan mencari jalan keluar.
Tapi Rocio, Miguel dan anak-anak korban perdagangan manusia lainnya beruntung punya Tim Ballard. Seseorang yang mendedikasikan hidupnya untuk mengembalikan anak-anak yang diculik itu kepada keluarganya tercinta.
Seseorang yang matanya selalu berkaca-kaca dan tak bisa menahan perih hatinya ketika tahu bahwa anak-anak masih terus menjadi target empuk perdagangan manusia. Seorang ayah yang tahu betul bagaimana rasanya menjadi seorang ayah yang merasa tak berdaya ketika anak-anaknya diculik dan dibawa pergi ke negeri yang jauh.
Yang paling menarik dari Sound of Freedom adalah ternyata bahwa film ini didasarkan pada kisah nyata dan Tim Ballard adalah seorang manusia betulan, bukan sekadar karakter dalam film.
Di tengah busuknya hati manusia yang selalu mencari cara sekadar untuk menghasilkan uang, masih ada manusia berhati mulia seperti Tim yang tak peduli lagi apa pun kecuali mencari jalan untuk menyelamatkan anak-anak korban perdagangan manusia, meskipun ia harus mempertaruhkan nyawanya.
Kita tahu akhir kisah-kisah seperti ini hampir selalu adalah bencana. Ella, penyintas itu, tahu bahwa ia, sebagaimana ribuan perempuan lainnya, adalah korban tipu daya para penjual mimpi dan harapan.
Tapi Ella memasuki lingkaran setan perdagangan manusia ketika ia sudah dewasa dan memiliki kemampuan untuk berkelit dan melarikan diri. Berbeda dengan Rocio dan Miguel yang masih kanak-kanak.

Foto: Angel Studios
Ayahnya, Roberto, ditipu perempuan jelita yang berkedok sebagai pencari bakat. Rocio dan Miguel yang memang berwajah rupawan dengan mudah masuk dalam perangkap dan akhirnya kesulitan mencari jalan keluar.
Tapi Rocio, Miguel dan anak-anak korban perdagangan manusia lainnya beruntung punya Tim Ballard. Seseorang yang mendedikasikan hidupnya untuk mengembalikan anak-anak yang diculik itu kepada keluarganya tercinta.
Seseorang yang matanya selalu berkaca-kaca dan tak bisa menahan perih hatinya ketika tahu bahwa anak-anak masih terus menjadi target empuk perdagangan manusia. Seorang ayah yang tahu betul bagaimana rasanya menjadi seorang ayah yang merasa tak berdaya ketika anak-anaknya diculik dan dibawa pergi ke negeri yang jauh.
Yang paling menarik dari Sound of Freedom adalah ternyata bahwa film ini didasarkan pada kisah nyata dan Tim Ballard adalah seorang manusia betulan, bukan sekadar karakter dalam film.
Di tengah busuknya hati manusia yang selalu mencari cara sekadar untuk menghasilkan uang, masih ada manusia berhati mulia seperti Tim yang tak peduli lagi apa pun kecuali mencari jalan untuk menyelamatkan anak-anak korban perdagangan manusia, meskipun ia harus mempertaruhkan nyawanya.
Lihat Juga :