Padukan Budaya Indonesia China, Desainer Eni Joe Sulap Tenun Endek Jadi Gaun Cheongsam Mewah
Minggu, 04 Februari 2024 - 11:06 WIB
loading...
Jelang Imlek, designer Eni Joe menggunaan kain tenun untuk desain gaun cheongsam yang mewah. Foto/ ist
A
A
A
JAKARTA- Imlek memberi kebahagiaan tersendiri bagi banyak orang. Eni Joe misalnya. Designer kondang ini berkomitmen menggaungkan budaya Indonesia lewat karya terbaiknya.
Pada perayaan Imlek tahun dua tahun lalu misalnya, ia sukses dengan menggabungkan dua Budaya Chinese dan Indonesia melalui Batik Tulis diolah menjadi tampilan design busana cheongsam yang style dan megah.
Pada perayaan Imlek tahun ini, Eni Joe mengangkat Wastra dari Bali, yaitu Kain tenun Endek. Wastra merupakan kain tradisional yang sarat akan makna budaya Nusantara.
"Di tahun yang baru menurut kalender China ini, kita ingin mengenalkan tenun Endek kekayaan budaya Bali agar lebih dikenal. Bali telah menjadi destinasi wisata yang mendunia, namun belum banyak orang yang mengenal kecantikan tenun Endek asli Bali," ujar Eni Joe.
Nama Endek diambil dari kata gendekan atau ngendek yang maknanya diam atau tetap, tidak berubah warnanya.
Eni Joe menjelaskan, penggunaan kain tenun Endek untuk desain gaun-gaun cheongsam yang mewah memperlihatkan ‘versatility’ dari kekayaan budaya Bali. Hal ini dan dapat diadaptasi untuk berbagai jenis design pakaian tanpa batas.
"Kalau biasanya cheongsam menggunakan kain polos lalu dengan bordir tetapi saya punya ide kenapa tidak kita menggunakan kain Nusantara? Kita kolaborasi antara kain Nusantara dari berbagai daerah dengan kebudayaan dari Tiongkok," katanya.
Pada perayaan Imlek tahun dua tahun lalu misalnya, ia sukses dengan menggabungkan dua Budaya Chinese dan Indonesia melalui Batik Tulis diolah menjadi tampilan design busana cheongsam yang style dan megah.
Pada perayaan Imlek tahun ini, Eni Joe mengangkat Wastra dari Bali, yaitu Kain tenun Endek. Wastra merupakan kain tradisional yang sarat akan makna budaya Nusantara.
"Di tahun yang baru menurut kalender China ini, kita ingin mengenalkan tenun Endek kekayaan budaya Bali agar lebih dikenal. Bali telah menjadi destinasi wisata yang mendunia, namun belum banyak orang yang mengenal kecantikan tenun Endek asli Bali," ujar Eni Joe.
Nama Endek diambil dari kata gendekan atau ngendek yang maknanya diam atau tetap, tidak berubah warnanya.
Eni Joe menjelaskan, penggunaan kain tenun Endek untuk desain gaun-gaun cheongsam yang mewah memperlihatkan ‘versatility’ dari kekayaan budaya Bali. Hal ini dan dapat diadaptasi untuk berbagai jenis design pakaian tanpa batas.
"Kalau biasanya cheongsam menggunakan kain polos lalu dengan bordir tetapi saya punya ide kenapa tidak kita menggunakan kain Nusantara? Kita kolaborasi antara kain Nusantara dari berbagai daerah dengan kebudayaan dari Tiongkok," katanya.
Lihat Juga :