Mengenal Kanker Limfoma Hodgkin, Gejala dan Pengobatan yang Tepat
Senin, 05 Februari 2024 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
“Untuk itu, segera periksakan diri ke dokter apabila merasa memiliki gejala tersebut. Walaupun penyakit kanker limfoma Hodgkin memiliki angka kesembuhan yang tinggi, namun masih ada kemungkinan untuk kambuh sekitar 10-30%. Jadi, semakin dini limfoma Hodgkin dapat dideteksi, semakin cepat dapat ditangani, dan semakin tepat sasaran pengobatan yang diberikan,” lanjutnya.
Di kesempatan yang sama, Head of Patient Value Access PT. Takeda Indonesia Shinta Caroline, berterima kasih atas kesempatan berkerja sama yang diberikan oleh POI Jaya dalam meningkatkan kesadaran tentang gejala, diagnosis, dan pengobatan limfoma Hodgkin.
“Kami menyadari beban yang ditimbulkan penyakit ini. Oleh karena itu, Takeda berkomitmen memperkuat kerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk POI dan Kementerian Kesehatan RI, dalam memastikan akses obat-obatan dan vaksin kami tersedia bagi para pasien di Indonesia, termasuk untuk limfoma Hodgkin yang pengobatan inovatifnya saat ini telah tersedia di JKN. Melalui acara talk show kesehatan hari ini, kami juga berharap dapat mendorong deteksi dini dari masyarakat dan memberikan harapan kepada pasien untuk kehidupan yang lebih berkualitas,” ucap Shinta.
Baca Juga: Suami Tasya Kamila, Randi Bachtiar Idap Kanker Limfoma Hodgkin Stadium 2
Secara umum, harapan hidup pasien limfoma hodgkin dalam 5 tahun setelah terdiagnosis adalah 89%. Komplikasi penyakit limfoma dapat mencakup penyebaran kanker ke organ lain, penurunan fungsi organ, kerusakan sumsum tulang, infeksi, efek samping pengobatan, dan masalah kesehatan mental atau emosional. Dalam beberapa kasus, limfoma dapat bersifat agresif dan sulit diobati, menyebabkan prognosis yang lebih buruk. Sayangnya, kebanyakan kasus limfoma Hodgkin baru terdiagnosis pada stadium lanjut.
Berdasarkan tatalaksana dari National Comprehensive Cancer Network (NCCN), beberapa jenis pengobatan limfoma hodgkin antara lain kemoterapi, radioterapi, imunoterapi dan terapi target yang menargetkan protein pada sel kanker yang mengendalikan pertumbuhan sel kanker, tanpa mempengaruhi sel normal lain.
Selain acara “Senam Sehat ‘Fun Move” dan “Pemeriksaan Kesehatan (PAP SMEAR, USG payudara, dan mamografi)” yang digelar bertepatan dengan moment car free day di tanggal 4 Februari 2024, POI Jaya juga melakukan serangkaian kegiatan lainnya seperti: kompetisi video edukasi kreatif yang berlangsung pada tanggal 15-31 Januari 2024; penyuluhan kesehatan di sekolah dan tempat kerja yang telah dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2024.
Di kesempatan yang sama, Head of Patient Value Access PT. Takeda Indonesia Shinta Caroline, berterima kasih atas kesempatan berkerja sama yang diberikan oleh POI Jaya dalam meningkatkan kesadaran tentang gejala, diagnosis, dan pengobatan limfoma Hodgkin.
“Kami menyadari beban yang ditimbulkan penyakit ini. Oleh karena itu, Takeda berkomitmen memperkuat kerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk POI dan Kementerian Kesehatan RI, dalam memastikan akses obat-obatan dan vaksin kami tersedia bagi para pasien di Indonesia, termasuk untuk limfoma Hodgkin yang pengobatan inovatifnya saat ini telah tersedia di JKN. Melalui acara talk show kesehatan hari ini, kami juga berharap dapat mendorong deteksi dini dari masyarakat dan memberikan harapan kepada pasien untuk kehidupan yang lebih berkualitas,” ucap Shinta.
Baca Juga: Suami Tasya Kamila, Randi Bachtiar Idap Kanker Limfoma Hodgkin Stadium 2
Secara umum, harapan hidup pasien limfoma hodgkin dalam 5 tahun setelah terdiagnosis adalah 89%. Komplikasi penyakit limfoma dapat mencakup penyebaran kanker ke organ lain, penurunan fungsi organ, kerusakan sumsum tulang, infeksi, efek samping pengobatan, dan masalah kesehatan mental atau emosional. Dalam beberapa kasus, limfoma dapat bersifat agresif dan sulit diobati, menyebabkan prognosis yang lebih buruk. Sayangnya, kebanyakan kasus limfoma Hodgkin baru terdiagnosis pada stadium lanjut.
Berdasarkan tatalaksana dari National Comprehensive Cancer Network (NCCN), beberapa jenis pengobatan limfoma hodgkin antara lain kemoterapi, radioterapi, imunoterapi dan terapi target yang menargetkan protein pada sel kanker yang mengendalikan pertumbuhan sel kanker, tanpa mempengaruhi sel normal lain.
Selain acara “Senam Sehat ‘Fun Move” dan “Pemeriksaan Kesehatan (PAP SMEAR, USG payudara, dan mamografi)” yang digelar bertepatan dengan moment car free day di tanggal 4 Februari 2024, POI Jaya juga melakukan serangkaian kegiatan lainnya seperti: kompetisi video edukasi kreatif yang berlangsung pada tanggal 15-31 Januari 2024; penyuluhan kesehatan di sekolah dan tempat kerja yang telah dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2024.
(dra)
Lihat Juga :