CERMIN: Kisah Romeo dan Juliet Versi PKI

Jum'at, 09 Februari 2024 - 12:46 WIB
loading...
CERMIN: Kisah Romeo...
Film Kupu-Kupu Kertas ibarat kisah Romeo dan Juliet dengan karakter terkait PKI dan GP Ansor. Foto/Maxima Pictures
A A A
JAKARTA - Tahun 1597. William Shakespeare mempublikasikan drama Romeo and Juliet yang sesungguhnya bukan murni hasil karyanya.

Kisah tentang dua anak muda yang saling mencintai di tengah dua keluarganya yang saling bermusuhan itu meminjam plot dari kisah Italia yang ditulis Matteo Bandello, dan diterjemahkan ke dalam syair berjudul The Tragical History of Romeus and Juliet oleh Arthur Brooke pada 1562. Kisah ini lantas diceritakan kembali dalam bentuk prosa berjudul Palace of Pleasure oleh William Painter pada 1567.

William banyak meminjam inspirasi dari kedua tulisan di atas, tapi memperluas plot dengan mengembangkan sejumlah karakter pendukung, khususnya Mercutio dan Paris. Kisah Romeo dan Juliet lantas menjadi klasik dan diadaptasi menjadi film dalam berbagai periode dari tahun 1936 oleh George Cukor, tahun 1968 oleh Franco Zeffirelli, dan bisa jadi yang paling terkenal pada tahun 1996 oleh Baz Luhrmann.

Baca Juga: CERMIN: Mercusuar Harapan Itu Bernama Imajinari

Produser Denny Siregar yang mencuri perhatian dengan debutnya dalam film Sayap-Sayap Patah(2022) meminjam plot dari Romeo dan Juliet dan menginjeksikannya ke dalam cerita berlatar tahun 1965 di Banyuwangi berjudul puitis, Kupu-Kupu Kertas. Kisahnya diolah oleh duet penulis skenario Rahabi Mandra dan Jocelyn Coroelia.

Sutradara Emil Heradi tak membuang waktu, langsung mempertemukan kita dengan dua karakter utama sejak menit awal film dibuka. Ada Ning, seorang perawat yang anak seorang simpatisan PKI dan Ikhsan, adik dari aktivis GP Ansor.

CERMIN: Kisah Romeo dan Juliet Versi PKI

Foto: Maxima Pictures

Kita melihat pertemuan keduanya, melihat bagaimana mereka membuka hati satu sama lain di tengah kekacauan yang tengah terjadi. Mereka mengambil risiko untuk menjaga kesucian cinta mereka dan kelak memperjuangkannya hingga mati.

Tapi ketika kita sebagai penonton merasa kurang bersimpati pada perjalanan cinta mereka, maka terasa ada sesuatu yang salah. Bisa jadi karena beberapa alasan yang logis. Pertama, kita melihat Ning dan Ikhsan pertama kali menjalin hubungan di tengah kekacauan dan sesungguhnya sedari awal mereka sudah tahu risikonya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
MNC University Bersama...
MNC University Bersama Kedutaan Kuba dan Espanolindo Gelar Movie Screening & Photo Exhibition
Rekomendasi
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Berita Terkini
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Road to Kilau Raya Mojokerto...
Road to Kilau Raya Mojokerto : MNCTV Hadir Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108
MNC Licensing Ajak Keluarga...
MNC Licensing Ajak Keluarga Merayakan Liburan Sekolah Bersama Shaun the Sheep Holiday in My Hometown di Pakuwon Mall Solo
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved