alexametrics

Review Film Ant-Man and the Wasp

loading...
Review Film Ant-Man and the Wasp
Ant Man and the Wasp menampilkan drama yang sebenarnya yang dibalut aksi seru membesar dan mengecil dengan humor dan kekonyolan yang menjadi ciri khasnya. (The Mary Sue)
A+ A-
JAKARTA - Salah satu sekuel film Marvel yang dinantikan, Ant-Man and the Wasp, menanggung beban besar untuk menjawab banyak pertanyaan penonton yang sudah menyaksikan Avengers: Infinity War. Banyak yang berharap film ini akan memberikan petunjuk untuk Avengers 4.

Jika Anda adalah salah satu yang mengharapkan hal itu, maka tunggu dulu. Ant-Man and the Wasp adalah film tentang Ant-Man dan The Wasp, bukan tentang yang lain. Timeline film ini memang terjadi pada timeline ketika Avengers: Infinity War terjadi, yaitu 2 tahun setelah Captain America: Civil War.

Scott Lang (Paul Rudd) bisa keluar dari penjara dengan menjadi tahanan rumah atas kesepakatan antara FBI dan pemegang perjanjian Sokovia. Selama dua tahun itu pula, dia tidak berhubungan dengan Hank Pym (Michael Douglas) dan Hope van Dyne (Evangeline Lily).

Yang ada, Scott mendirikan perusahaan penyedia layanan keamanan bersama tiga rekannya, Luis (Michael Pena), Dave (Rip “T.I” Harris) dan Kurt (David Dastmalchian). Luis sering kali mengunjungi Scott untuk mendapatkan saran pada bisnis mereka.



Di tempat lain, Hank dan Hope sibuk membangun terowongan kuantum dengan harapan bisa membawa kembali Janet Van Dyne (Michelle Pfeiffer), istri Hank dan juga ibu Hope. Kekacauan terjadi ketika Hope hendak membeli sebuah suku cadang untuk terowongan itu dari Sonny Burch (Walton Goggins). Transaksi tak berjalan mulus dan di tengah-tengah kekacauan muncullah Ghost (Hannah John-Kamen) yang juga menginginkan benda tersebut.

Ant-Man and the Wasp bakal mengalihkan perhatian sejenak dari hiruk pikuk dunia superhero Marvel akibat ulah Thanos di Avengers: Infinity War. Drama yang disajikan film ini memberikan sejumlah moment yang akan menyentuh siapa pun penontonnya.

Dunia kuantum yang diperkenalkan di film ini bakal memberikan cakrawala baru dalam dunia superhero Marvel. Kecanggihan teknologi yang diperlihatkan berbalut drama membuat film ini punya nuansa lain dibanding film Marvel yang sudah tayang sebelumnya di tahun ini.

Ant-Man and the Wasp juga tidak meninggalkan ciri khas mereka dari film pertama, yaitu humor. Di film ini, aksi dan dialog-dialog konyol yang dilemparkan Scott maupun kompatriotnya, Kurt, Dave dan terutama Luis bakal mengocok perut Anda sepanjang 118 menit film ini berjalan.

Peyton Reed, sutradara film ini, sepertinya sadar dengan beban yang dia emban untuk film ini. Apalagi, Ant-Man and the Wasp secara harafiah dirilis hanya 2 bulan setelah Avengers: Infinity War. Bayangan tentang hebatnya pertempuran di Infinity War sepertinya membayangi film ini.

Tapi, Reed berhasil mengalihkan perhatian penonton dengan sekuel ini. Ini adalah sekuel yang melanjutkan kisah dari film Ant-Man pada 2015 dengan memasukkan unsur konsekuensi dari apa yang terjadi di Captain America: Civil War (2016). Selain itu, aksi-aksi seru membesar dan mengecil pun masih mendominasi pertempuran di film ini.

Meski begitu, Reed sepertinya gagal untuk memberikan tontonan dengan ambisi besar seperti film Marvel lainnya. Dalam beberapa bagian, Ant-Man and the Wasp terasa datar dengan drama yang begitu kental di dalamnya. Beruntung, kekonyolan Luis membuat film ini tetap mengasyikkan untuk diikuti.

Ant-Man and the Wasp bisa disaksikan mulai hari ini, Rabu (4/7/2018) di bioskop kesayangan Anda. Dan, jangan beranjak dari kursi Anda begitu film usai. Post credit scene-nya bakal memberi kejutan bagi Anda!
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak