Di Balik Film Cinta Tapi Cinta, Ganjar dan Atikoh True Love Story, Sutradara: Cocok untuk Anak Muda
Selasa, 13 Februari 2024 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Keduanya memupuk cinta secara sederhana. Ganjar dan Atikoh yang berasal dari keluarga kurang mampu kerap kali berkencan hanya dengan mengobrol di teras kos-kosan tempat Atikoh tinggal. Selain itu, keduanya pun hanya kencan ke warung makan untuk memesan nasi setengah dengan tempe goreng dua biji beserta sambal sebagai pelengkap.
Namun, kisah cintanya yang sederhana tidak berjalan dengan sempurna. Ada beberapa ujian dan cobaan yang harus mereka lalui satu per satu hingga akhirnya bisa menyatukan cinta dalam pernikahan.
Akan tetapi, hal tersebut pun tidak membuat kisah cinta Ganjar dan Atikoh berjalan dengan mulus. Selalu ada cobaan baru yang menghampiri mereka. Keduanya selalu melewati setiap cobaan demi cobaan dengan tabah. Hibgga kini bisa menghadirkan keluarga kecil yang harmonis dan jadi anutan untuk banyak orang.
“Film Cinta Tapi Cinta ini lahir dari hati kami, kami mencermati apa yang dibutuhkan bangsa saat ini yakni cinta kasih, kasih sayang dan ketulusan,” kata sang sutradara Jiwo Kusumo di lokasi.
Jiwo Kusumo menambahkan, bahwa dirinya melihat sosok Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh bisa menjadi teladan para generasi muda, milenial dan generasi Z berlajar tentang arti ketulusan.
Namun, kisah cintanya yang sederhana tidak berjalan dengan sempurna. Ada beberapa ujian dan cobaan yang harus mereka lalui satu per satu hingga akhirnya bisa menyatukan cinta dalam pernikahan.
Akan tetapi, hal tersebut pun tidak membuat kisah cinta Ganjar dan Atikoh berjalan dengan mulus. Selalu ada cobaan baru yang menghampiri mereka. Keduanya selalu melewati setiap cobaan demi cobaan dengan tabah. Hibgga kini bisa menghadirkan keluarga kecil yang harmonis dan jadi anutan untuk banyak orang.
“Film Cinta Tapi Cinta ini lahir dari hati kami, kami mencermati apa yang dibutuhkan bangsa saat ini yakni cinta kasih, kasih sayang dan ketulusan,” kata sang sutradara Jiwo Kusumo di lokasi.
Jiwo Kusumo menambahkan, bahwa dirinya melihat sosok Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh bisa menjadi teladan para generasi muda, milenial dan generasi Z berlajar tentang arti ketulusan.
Lihat Juga :