Penjelasan Doctor Slump Episode 8: Scene Foto Ha-neul dan Kyung-min
Senin, 19 Februari 2024 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
Hal-hal inilah yang membuat Ha-neul putus asa, depresi, dan akhirnya memutuskan keluar dari rumah sakit tempatnya bekerja. Perlu dicatat, bahwa Jeong-woo tak tahu masalah yang terjadi antara Ha-neul dan Kyung-min.
Saat mengetahui bahwa Kyung-min akan menikah, apalagi dengan perempuan dari keluarga kaya yang akan mendongkrak karier pria itu, Ha-neul langsung goyah. Momen ini sangat memicu (trigger) perasaan sedihnya yang terus-menerus berulang, membuat kesehatan mentalnya kembali terganggu dan kacau.
![Penjelasan Doctor Slump Episode 8: Scene Foto Ha-neul dan Kyung-min]()
Foto: JTBC
Adegan kilas balik lainnya menunjukkan bahwa setiap Ha-neul merasakan kebahagiaan, maka detik berikutnya kesedihan akan datang. Pertama saat ayahnya tiba-tiba masuk rumah sakit dan meninggal. Kedua saat ia gagal masuk universitas idamannya.
Lalu ketiga saat ia yakin kariernya akan naik, tapi terhambat oleh Kyung-min. Terakhir adalah saat ia baru saja menemukan kebahagiaan bersama Jeong-woo yang resmi jadi pacarnya, tiba-tiba muncul berita Kyung-min akan menikah.
Ha-neul merasa, pria yang menjadi malapetaka bagi hidupnya itu ternyata bisa tetap hidup menyenangkan, baik dalam karier maupun kehidupan pribadi. Sementara ia yang menjadi korban, hidupnya tetap merana dan masih tenggelam dalam depresi.
Kesedihan itu diungkapkan Ha-neul kepada psikolognya. Namun kemarahannya akhirnya ia luapkan dengan hadir pada pesta perpisahan Kyung-min dengan rekan-rekannya di kantor. Ia lalu menyiram Kyung-min dengan air, sambil mengatakan agar pria itu bisa hidup dengan jujur.
Meski telah meluapkan kesedihan dan amarahnya, tapi kondisi mental Ha-neul malah makin rapuh. Puncaknya adalah ia merasa tidak berharga dan malu, terutama saat mengetahui bahwa Jeong-woo menolak tawaran pekerjaan dari Dae-Yeong (Yoon Park) demi menemani dirinya yang depresi.
Saat mengetahui bahwa Kyung-min akan menikah, apalagi dengan perempuan dari keluarga kaya yang akan mendongkrak karier pria itu, Ha-neul langsung goyah. Momen ini sangat memicu (trigger) perasaan sedihnya yang terus-menerus berulang, membuat kesehatan mentalnya kembali terganggu dan kacau.

Foto: JTBC
Adegan kilas balik lainnya menunjukkan bahwa setiap Ha-neul merasakan kebahagiaan, maka detik berikutnya kesedihan akan datang. Pertama saat ayahnya tiba-tiba masuk rumah sakit dan meninggal. Kedua saat ia gagal masuk universitas idamannya.
Lalu ketiga saat ia yakin kariernya akan naik, tapi terhambat oleh Kyung-min. Terakhir adalah saat ia baru saja menemukan kebahagiaan bersama Jeong-woo yang resmi jadi pacarnya, tiba-tiba muncul berita Kyung-min akan menikah.
Ha-neul merasa, pria yang menjadi malapetaka bagi hidupnya itu ternyata bisa tetap hidup menyenangkan, baik dalam karier maupun kehidupan pribadi. Sementara ia yang menjadi korban, hidupnya tetap merana dan masih tenggelam dalam depresi.
Kesedihan itu diungkapkan Ha-neul kepada psikolognya. Namun kemarahannya akhirnya ia luapkan dengan hadir pada pesta perpisahan Kyung-min dengan rekan-rekannya di kantor. Ia lalu menyiram Kyung-min dengan air, sambil mengatakan agar pria itu bisa hidup dengan jujur.
Meski telah meluapkan kesedihan dan amarahnya, tapi kondisi mental Ha-neul malah makin rapuh. Puncaknya adalah ia merasa tidak berharga dan malu, terutama saat mengetahui bahwa Jeong-woo menolak tawaran pekerjaan dari Dae-Yeong (Yoon Park) demi menemani dirinya yang depresi.
Lihat Juga :