Komplikasi Hipertensi Sebabkan Beban Ekonomi Tinggi, InaSH Ingatkan Pentingnya Pencegahan
Jum'at, 23 Februari 2024 - 22:33 WIB
loading...
A
A
A
"Bisa dibayangkan biaya kesehatan yang akan sangat membengkak apabila sampai terjadi gangguan di tiga organ sekaligus. Harus diingat juga bahwa penyakit jantung, ginjal, dan otak termasuk penyakit katastropik dengan klaim BPJS terbesar di Indonesia. Dengan demikian, pencegahan adalah salah satu langkah tepat agar pasien tetap sehat, dapat produktif, serta tidak memberikan beban kepada keluarga, masyarakat, dan negara," bebernya.
Sementara itu, Wakil Ketua InaSH dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S menegaskan, tanpa disadari hipertensi dapat merusak organ
selama bertahun-tahun sebelum ada gejala. Apabila tidak diobati, hipertensi dapat menyebabkan disabilitas, kualitas hidup buruk, hingga kematian karena kerusakan organ target seperti otak, jantung, dan ginjal.
Hipertensi juga dapat menyebabkan stroke minor yang terjadi karena terganggunya aliran darah ke otak dalam waktu singkat akibat penyumbatan di pembuluh darah.
![Komplikasi Hipertensi Sebabkan Beban Ekonomi Tinggi, InaSH Ingatkan Pentingnya Pencegahan]()
InaSH menggelar 18th Scientific Meeting dengan tema Beban Ekonomi Akibat Komplikasi Hipertensi. Foto/Istimewa
"Selain itu, hipertensi merupakan faktor risiko utama penyebab stroke. Menurut berbagai penelitian hipertensi ditemukan pada 60%-70% kasus stroke," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua InaSH dr. Erwinanto, Sp.JP(K), FIHA menjelaskan, diagnosis hipertensi ditegakkan jika tekanan darah yang diukur di klinik mencapai 140/90 mmHg atau lebih.
Sementara itu, Wakil Ketua InaSH dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S menegaskan, tanpa disadari hipertensi dapat merusak organ
selama bertahun-tahun sebelum ada gejala. Apabila tidak diobati, hipertensi dapat menyebabkan disabilitas, kualitas hidup buruk, hingga kematian karena kerusakan organ target seperti otak, jantung, dan ginjal.
Hipertensi juga dapat menyebabkan stroke minor yang terjadi karena terganggunya aliran darah ke otak dalam waktu singkat akibat penyumbatan di pembuluh darah.

InaSH menggelar 18th Scientific Meeting dengan tema Beban Ekonomi Akibat Komplikasi Hipertensi. Foto/Istimewa
"Selain itu, hipertensi merupakan faktor risiko utama penyebab stroke. Menurut berbagai penelitian hipertensi ditemukan pada 60%-70% kasus stroke," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua InaSH dr. Erwinanto, Sp.JP(K), FIHA menjelaskan, diagnosis hipertensi ditegakkan jika tekanan darah yang diukur di klinik mencapai 140/90 mmHg atau lebih.
Lihat Juga :