Diputar Perdana di KBRI Singapura, Film Dokumenter 'Pilihan' Angkat Kompleksitas Perempuan Pekerja Migran Indonesia
Minggu, 25 Februari 2024 - 20:09 WIB
loading...
A
A
A
Lis sempat mengalami KDRT oleh suami, bercerai dan berangkat lagi ke Hong Kong menjadi PMI. Di sana dia menemukan hal baru di media sosial yang ternyata adalah tipu daya ISIS. Dia terjerat konten-konten anak korban konflik yang dipropaganda. Dia mentransfer uang ke simpatisan ISIS di Kalimantan untuk dibelikan senjata dan peledak.
“Awalnya, saya mau beli senjata, pengin punya skill untuk membela (anak-anak korban konflik). Ternyata hanya dibodoh-bodohin (ISIS),” ujarnya.
Film ini juga bercerita tentang Masyitoh alias Mosquito, mantan PMI asal Malang, Jawa Timur. Tekad kuat bekerja di luar negeri untuk dapat uang banyak membuatnya semangat. Tak hanya itu, dia juga mau melanjutkan sekolah Paket C dan Diploma, kemudian kini berwirausaha.
“Di sana itu semua tersedia. Mau belajar bahasa China, bahasa Inggris, memasak, membuat roti (di Singapura), tinggal kita sendiri maunya gimana. Kan kita nggak akan selamanya kerja ikut orang,” kata Masyitoh.
Sementara, sutradara Pilihan Ridho Dwi Ristiyanto, mengatakan, film ini mengikuti perjalanan Ani Ema Susanti dari mantan PMI yang alih profesi menjadi sutradara film yang mencoba memahami fenomena radikal teror di media sosial di kalangan PMI.
“Melalui sudut pandang perjumpaan Ani dengan Listyowati, Masyitoh, film ini menggali kompleksitas kehidupan migran dan dampak media sosial,” pungkas Ridho.
“Awalnya, saya mau beli senjata, pengin punya skill untuk membela (anak-anak korban konflik). Ternyata hanya dibodoh-bodohin (ISIS),” ujarnya.
Film ini juga bercerita tentang Masyitoh alias Mosquito, mantan PMI asal Malang, Jawa Timur. Tekad kuat bekerja di luar negeri untuk dapat uang banyak membuatnya semangat. Tak hanya itu, dia juga mau melanjutkan sekolah Paket C dan Diploma, kemudian kini berwirausaha.
“Di sana itu semua tersedia. Mau belajar bahasa China, bahasa Inggris, memasak, membuat roti (di Singapura), tinggal kita sendiri maunya gimana. Kan kita nggak akan selamanya kerja ikut orang,” kata Masyitoh.
Sementara, sutradara Pilihan Ridho Dwi Ristiyanto, mengatakan, film ini mengikuti perjalanan Ani Ema Susanti dari mantan PMI yang alih profesi menjadi sutradara film yang mencoba memahami fenomena radikal teror di media sosial di kalangan PMI.
“Melalui sudut pandang perjumpaan Ani dengan Listyowati, Masyitoh, film ini menggali kompleksitas kehidupan migran dan dampak media sosial,” pungkas Ridho.
(tsa)
Lihat Juga :