Studi Menunjukkan Emak-Emak Pentingkan Keselamatan daripada Kecepatan saat Berkendara
Senin, 26 Februari 2024 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip penelitian yang dilakukan mahasiswa Departemen Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala atas pengemudi motor di Banda Aceh pada tahun lalu, ditemukan bahwa responden laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki kecenderungan untuk mengambil risiko besar saat menyalip kendaraan lain (75%), mengebut (33%), berbelok tanpa menyalakan sen (15%), dan tidak menggunakan helm (18%) ataupun pakaian pelindung lainnya (78%) saat berkendara.
Studi The Zebra pada 2022 membenarkan bahwa perempuan justru jauh lebih berhati-hati saat berkendara. Dalam riset tersebut ditegaskan, walaupun 82% laki-laki sangat percaya diri dengan kemampuan mengemudinya, namun laki-laki juga cenderung menerapkan perilaku mengemudi yang berisiko.
Perilaku tersebut antara lain tidak menggunakan sabuk pengaman, mengebut, mengemudi dalam keadaan mengantuk, dan mengemudi dalam keadaan mabuk, yang menyebabkan laki-laki lebih rentan terlibat dalam kecelakaan kendaraan yang fatal.
Sejalan dengan sifat mitigasi dan berhati-hati, jelas Tyas, perilaku tersebut mempengaruhi keluarga dalam perencanaan untuk membeli kendaraan impian.
"Dengan statusnya sebagai pengelola keuangan rumah tangga, para ibu mempertimbangkan kemampuan keuangan keluarga dan kebutuhan terhadap kendaraan, " imbuhnya.
Studi The Zebra pada 2022 membenarkan bahwa perempuan justru jauh lebih berhati-hati saat berkendara. Dalam riset tersebut ditegaskan, walaupun 82% laki-laki sangat percaya diri dengan kemampuan mengemudinya, namun laki-laki juga cenderung menerapkan perilaku mengemudi yang berisiko.
Perilaku tersebut antara lain tidak menggunakan sabuk pengaman, mengebut, mengemudi dalam keadaan mengantuk, dan mengemudi dalam keadaan mabuk, yang menyebabkan laki-laki lebih rentan terlibat dalam kecelakaan kendaraan yang fatal.
Sejalan dengan sifat mitigasi dan berhati-hati, jelas Tyas, perilaku tersebut mempengaruhi keluarga dalam perencanaan untuk membeli kendaraan impian.
"Dengan statusnya sebagai pengelola keuangan rumah tangga, para ibu mempertimbangkan kemampuan keuangan keluarga dan kebutuhan terhadap kendaraan, " imbuhnya.
Lihat Juga :