Rayakan 70 Tahun, Kembar Noorca dan Yudhistira Massardi Rilis Buku Puisi
Kamis, 29 Februari 2024 - 21:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 5 Contoh Teks Ulasan dari Film hingga Game, Mudah Dipelajari!
Sajak-sajak dalam buku ini, yang sebagian besar berjudul nama-nama tempat, yang menjadi bagian dari kenangan ‘ku’ bersama ‘mu’ menjadi pemantik bagi representasi cinta. Cinta yang bukan hanya dikenang, tetapi juga dihayati, dijaga, bahkan dihidupkan, dengan sebisa mungkin mengungkap kembali pesona, ketakjuban, dan kebahagiaan, yang kalaupun tidak sama, pencapaiannya setara.
“Cinta yang menjadi inti kumpulan sajak Noorca ini tidak sekadar diungkap dalam metafor, tetapi menjadi dunia yang dihidupi, dunia cinta, tempat apa pun itu, subjek apa pun itu, makanan apa pun itu, kehadirannya hanya relevan dalam kerangka cinta," ujar Seno.
"Hubungan romantik itu seperti diserap Paris, untuk dimunculkan kembali sebagai Paris yang hanya menjadi milik ‘ku’ dan ‘mu’,” imbuh Seno.
Sajak-sajak dalam buku ini, yang sebagian besar berjudul nama-nama tempat, yang menjadi bagian dari kenangan ‘ku’ bersama ‘mu’ menjadi pemantik bagi representasi cinta. Cinta yang bukan hanya dikenang, tetapi juga dihayati, dijaga, bahkan dihidupkan, dengan sebisa mungkin mengungkap kembali pesona, ketakjuban, dan kebahagiaan, yang kalaupun tidak sama, pencapaiannya setara.
“Cinta yang menjadi inti kumpulan sajak Noorca ini tidak sekadar diungkap dalam metafor, tetapi menjadi dunia yang dihidupi, dunia cinta, tempat apa pun itu, subjek apa pun itu, makanan apa pun itu, kehadirannya hanya relevan dalam kerangka cinta," ujar Seno.
"Hubungan romantik itu seperti diserap Paris, untuk dimunculkan kembali sebagai Paris yang hanya menjadi milik ‘ku’ dan ‘mu’,” imbuh Seno.
(ita)
Lihat Juga :