Pekan Mode Usung Pagelaran Busana yang Terinspirasi Budaya Nasional
Selasa, 05 Maret 2024 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Koleksinya direpresentasikan melalui silhouette yang strong, bold, dan boxy serta dikombinasikan dengan motif batik yang terinspirasi dari kerajaan Majapahit, salah satunya motif “Sinjang Kawung” yang telah terukir di arca-arca peninggalan kerajaan Majapahit, jauh sebelum teknik membatik ditemukan.
Setiap desain motif batik memiliki makna tersirat yang diwakili oleh gubahan dalam pola ceplok dan kawung. Gubahan dirancang berdasarkan visualisasi strategi perang Majapahit, di antaranya strategi supit urang, samudra rob, dan gedhong minep.
Tidak hanya itu, desainer Wilsen Willim menggandeng Batik Keris memperkenalkan koleksinya melalui penggambaran serial Gadis Kretek. Alasannya dipilih Gadis Kretek karena sarat dengan busana Jawa seperti batik menjadi salah satu kreasi para leluhur di Indonesia yang diwariskan turun-temurun untuk dilestarikan.
Sebagai perancang yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menyuguhkan sentuhan wastra dalam karyanya, Wilsen Willim kali ini kembali menampilkan 20 tampilan busana siap pakai dengan sentuhan batik koleksi dari Batik Keris. Seluruh busana yang ditampilkan pun akan dipasarkan secara eksklusif di gerai Batik Keris Plaza Indonesia hingga 14 Maret 2024.
Untuk kolaborasinya bersama Batik Keris kali ini, Wilsen Willim memilih batik tulis dan cap bercorak klasik, batik pesisir khas Cirebon, serta batik hokokai yang merupakan perpaduan budaya Jepang dan Jawa.
![Pekan Mode Usung Pagelaran Busana yang Terinspirasi Budaya Nasional]()
Istimewa
Berbahan dasar katun primisima, warna batik yang dipilih pun bernuansa cokelat, putih, hitam, dan nuansa terang khas batik pesisir Cirebon. Semuanya dikemas dalam potongan rok, sarung, dan atasan seperti kemeja ataupun luaran.
Setiap desain motif batik memiliki makna tersirat yang diwakili oleh gubahan dalam pola ceplok dan kawung. Gubahan dirancang berdasarkan visualisasi strategi perang Majapahit, di antaranya strategi supit urang, samudra rob, dan gedhong minep.
Tidak hanya itu, desainer Wilsen Willim menggandeng Batik Keris memperkenalkan koleksinya melalui penggambaran serial Gadis Kretek. Alasannya dipilih Gadis Kretek karena sarat dengan busana Jawa seperti batik menjadi salah satu kreasi para leluhur di Indonesia yang diwariskan turun-temurun untuk dilestarikan.
Sebagai perancang yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menyuguhkan sentuhan wastra dalam karyanya, Wilsen Willim kali ini kembali menampilkan 20 tampilan busana siap pakai dengan sentuhan batik koleksi dari Batik Keris. Seluruh busana yang ditampilkan pun akan dipasarkan secara eksklusif di gerai Batik Keris Plaza Indonesia hingga 14 Maret 2024.
Untuk kolaborasinya bersama Batik Keris kali ini, Wilsen Willim memilih batik tulis dan cap bercorak klasik, batik pesisir khas Cirebon, serta batik hokokai yang merupakan perpaduan budaya Jepang dan Jawa.

Istimewa
Berbahan dasar katun primisima, warna batik yang dipilih pun bernuansa cokelat, putih, hitam, dan nuansa terang khas batik pesisir Cirebon. Semuanya dikemas dalam potongan rok, sarung, dan atasan seperti kemeja ataupun luaran.
Lihat Juga :