3 Hal Populer saat Ramadan yang Sering Diamalkan tapi Tidak Tepat
Sabtu, 09 Maret 2024 - 19:03 WIB
loading...
A
A
A
[arabOpen]بل من الآداب أن لا يكثر النوم بالنهار حتى يحس بالجوع والعطش ويستشعر ضعف القوي فيصفو عند ذلك قلبه[arabClose]
Artinya: Sebagian dari tata krama puasa adalah tidak memperbanyak tidur di siang hari, hingga seseorang merasakan lapar dan haus dan merasakan lemahnya kekuatan, dengan demikian hati akan menjadi jernih.
![3 Hal Populer saat Ramadan yang Sering Diamalkan tapi Tidak Tepat]()
Foto: Shutterstock
Ungkapanini menjadi salah satu alasan minuman sirup menjadi primadona pada Ramadan. Namun ungkapan ini bukanlah sunnah atau yang dianjurkan (keluar dari mulut) Rasululla.
Yang ada adalah tentang cara berbuka yang baik dan benar. Hal ini diterangkan melalui Hadits Riwayat Abu Daud no. 2356 dan Ahmad.
"Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah SAW biasanya berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum menunaikan salat. Jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air".
Dari hadis tersebut Rasulullah memberi tahu tata cara berbuka, yaitu dengan buah kurma basah (yang diutamakan), kalau tidak ada beliau berbuka dengan kurma kering, kalau tidak ada juga beliau meminum air putih. Hadis tersebut tidak menjelaskan secara gamblang bahwa berbuka dengan yang manis-manis (selain kurma) adalah sunnah yang diamalkan oleh Rasulullah.
Lalu, darimana istilah "berbuka dengan yang manis-manis" bisa muncul dan populer di tengah masyarakat? Ternyata, itu adalah tagline iklan dari sebuah merek minuman teh botol terkenal yang dipromosikan pada 2014. Sejak itu, istilah ini pun populer hingga kini.
Baca Juga: 3 Wisata Religi Favorit di Ponorogo, Cocok Jadi Destinasi saat Ramadan dan Lebaran
![3 Hal Populer saat Ramadan yang Sering Diamalkan tapi Tidak Tepat]()
Foto: Pexels
Artinya: Sebagian dari tata krama puasa adalah tidak memperbanyak tidur di siang hari, hingga seseorang merasakan lapar dan haus dan merasakan lemahnya kekuatan, dengan demikian hati akan menjadi jernih.
2. Berbuka dengan yang Manis

Foto: Shutterstock
Ungkapanini menjadi salah satu alasan minuman sirup menjadi primadona pada Ramadan. Namun ungkapan ini bukanlah sunnah atau yang dianjurkan (keluar dari mulut) Rasululla.
Yang ada adalah tentang cara berbuka yang baik dan benar. Hal ini diterangkan melalui Hadits Riwayat Abu Daud no. 2356 dan Ahmad.
"Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah SAW biasanya berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum menunaikan salat. Jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air".
Dari hadis tersebut Rasulullah memberi tahu tata cara berbuka, yaitu dengan buah kurma basah (yang diutamakan), kalau tidak ada beliau berbuka dengan kurma kering, kalau tidak ada juga beliau meminum air putih. Hadis tersebut tidak menjelaskan secara gamblang bahwa berbuka dengan yang manis-manis (selain kurma) adalah sunnah yang diamalkan oleh Rasulullah.
Lalu, darimana istilah "berbuka dengan yang manis-manis" bisa muncul dan populer di tengah masyarakat? Ternyata, itu adalah tagline iklan dari sebuah merek minuman teh botol terkenal yang dipromosikan pada 2014. Sejak itu, istilah ini pun populer hingga kini.
Baca Juga: 3 Wisata Religi Favorit di Ponorogo, Cocok Jadi Destinasi saat Ramadan dan Lebaran
3. Doa Buka Puasa

Foto: Pexels
Lihat Juga :