alexametrics

Kenali Masalah Kulit Anak dan Remaja

loading...
Kenali Masalah Kulit Anak dan Remaja
A+ A-
PERMASALAHAN kulit pada setiap dekade usia memerlukan penanganan yang berbeda. Kenali beberapa permasalahan kulit pada berbagai usia.

Berbeda usia, berbeda pula permasalahan kulit yang dialami individu. Untuk anak-anak, misalnya, permasalahan kulit yang sering dihadapi ialah eksim popok, yaitu gangguan kulit yang timbul akibat radang di daerah yang tertutup popok, yaitu di alat kelamin, sekitar dubur, bokong, lipatan paha, dan perut bagian bawah.

Ruam popok ini merupakan penyebab kelainan kulit yang sering terjadi pada anak, terutama usia 9-12 bulan. Sekitar 7%- 35% bayi mengalami ruam popok dengan penyebabnya iritasi, infeksi, atau alergi.

Episode ruam popok dapat semakin sering terjadi saat anak mengalami diare atau sedang mengonsumsi antibiotik. Permasalahan kulit lain yang sering dialami anak seperti dijelaskan dr Matahari Arsy SpKK, yaitu eksim atopik.



“Permasalahan ini memiliki ciri-ciri kulit yang kering lalu gatal, ruam kemerahan, retak kulit pada lipatan kulit, penebalan kulit, hingga eksudat (pengeluaran cairan kulit),” bebernya dalam acara Bamed Healthcare.

Terapi utama yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan kulit anak adalah dengan edukasi orang tua mengenai penyakitnya, meliputi cara merawat kulit area popok, dan obat tambahan yang diresepkan sesuai kondisi eksim anak.

Perawatan disesuaikan dengan keadaan eksim saat itu, seperti derajat keparahan, luas infeksi, kondisi kering atau basah, lokasi, serta apakah mengganggu tidur atau tidak. Untuk eksim popok, perawatan yang dapat dilakukan bila tidak terinfeksi yaitu dengan diberikan krim atau salep mengandung antiradang dan pasta pelindung kulit.

Bila anak sudah terinfeksi, terapi dikombinasi menggunakan krim atau salep sesuai penyebab infeksi. “Terapi lainnya mungkin perlu ditambahkan, seperti obat minum sesuai kondisi anak,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, dr Arsy juga meluruskan pandangan yang salah di masyarakat. Masyarakat sering beranggapan bahwa penggunaan sabun antiseptik, sering cuci tangan, pengolesan minyak dan bedak ke badan anak, penggunaan tisu basah, penggunaan sunscreen itu penting.

Tetapi faktanya, melakukan hal tersebut bila tidak dilakukan dengan tepat dapat memberikan efek yang tidak diinginkan. “Penggunaan sabun antiseptik, sering mencuci tangan, dan mengolesi minyak pada kulit anak yang lebih tipis dapat menimbulkan iritasi,” ujarnya.

Pemberian bedak yang berlebihan, terutama area di atas perut, berbahaya bila terhirup. Sementara pemberian sunscreen pada bayi di bawah 6 bulan lebih banyak efek samping dibandingkan efek perlindungannya.

Adapun permasalahan kulit yang dialami remaja, dr Martinus SpKK menjelaskan, remaja adalah usia memasuki masa pubertas, di mana individu mengalami berbagai perubahan, salah satunya perubahan fisik akibat berbagai masalah kulit.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak