alexametrics

Bintangi Project Gutenberg, Aaron Kwok Baca Naskah Sampai 6 Kali

loading...
Bintangi Project Gutenberg, Aaron Kwok Baca Naskah Sampai 6 Kali
Aaron Kwok harus membaca naskah film Project Gutenberg sebanyak 6 kali sebelum syuting agar benar-benar bisa memahami cerita dan karakter yang dia mainkan. (South China Morning Post)
A+ A-
HONG KONG - Bukan perkara mudah bagi Aaron Kwok untuk berakting di film terbarunya, Project Gutenberg. Di film yang dia bintangi bersama Chow Yun Fat itu, dia harus memerankan karakter seorang pelukis yang mampu membuat produk palsu.

Bagi Aaron, karakternya ini membutuhkan banyak persiapan. Tak heran jika baginya, film Project Gutenberg itu adalah film paling menantang yang pernah dia bintangi.

“Saya butuh mendapatkan aura seorang pelukis profesional. Awalnya, saya ingin bertemu seorang pelukis, tapi karena jadwal kerja saya tidak memungkinkan, saya akhirnya melakukan riset online. Hal baiknya adalah saya sudah biasa (melukis),” papar Aaron, yang dikutip Jaynestar.

Di Project Gutenberg, Aaron berperan sebagai Lee Man. Dia menyebut karakternya itu sebagai karakter yang rumit. Tak heran jika dia merasa kesulitan memahami karakternya itu dan butuh waktu untuk berulang kali membaca naskah filmnya sebelum mulai syuting.

“Ini adalah peran yang rumit. Saya mungkin terlihat biasa saja, tapi, saya punya identitas berbeda. Itulah mengapa saya membaca naskah filmnya sampai 6 kali sebelum mulai syuting. Saya butuh waktu untuk memahami naskahnya, terutama pada pembacaan pertama karena saya harus menganalisis tiap adegan dan karakter. Di kepala, saya harus menggambarkan bagaimana karakter saya akan merespons situasi tertentu dan bagaimana adegannya terjadi,” tutur Aaron.

Aaron mengatakan, lawan mainnya, Chow Yun Fat, jauh lebih mempersiapkan diri ketimbang dirinya. Di film ini, Chow berperan sebagai bos organisasi pembuat uang palsu. Selain Chow Yun Fat, film ini juga dibintangi Liu Kai-chi dan Zhang Jingchu.

“Fat Gor (Chow Yun Fat) sangat siap. Dia punya pemahaman yang sangat jelas terhadap karakternya dan ceritanya. Saya jelas merasakan chemistry dan letusan saat melakoni adegan bareng. Baik saya dan Fat Gor punya dua identitas berbeda. Zhang Jingchu bahkan punya tiga identitas,” ujar Aaron.

Sutradara Felix Chong memulai Project Gutenberg pada 2008. Karena film ini membutuhkan dana besar, Felix menghabiskan hampir 6 tahun untuk menemukan perusahaan produksi dan investor yang mau mendanai film ini.

“Kami benar-benar membeli mesin cetak untuk membuat uang palsu Amerika,” kata Aaron.

Project Gutenberg akan mulai tayang di Hong Kong pada 4 Oktober mendatang.
(alv)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak