CERMIN: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Sabtu, 16 Maret 2024 - 09:27 WIB
loading...
CERMIN: Pahlawan Tanpa...
Film dokumenter pendek peraih Piala Oscar The Last Repair Shop mengisahkan orang-orang berjasa tak dikenal dari bengkel musik. Foto/YouTube Los Angeles Times
A A A
JAKARTA - Tahun 1959. Sistem sekolah negeri di Los Angeles memulai sebuah program menarik: penyediaan instrumen musik secara gratis yang bisa diakses oleh seluruh siswa.

Program ini sungguh menggugah karena memberi akses secara luas kepada seni. Saya pun percaya bahwa anak-anak hingga remaja yang memberi ruang dalam dirinya untuk mengeksplorasi seni termasuk musik akan tumbuh menjadi generasi yang lebih beradab.

Film The Last Repair Shop yang baru saja memenangkan kategori Best Documentary Short dari Academy Awards 2024 membuka pintu selebar-lebarnya bagi kita di luar Los Angeles/Amerika untuk melihat bagaimana program itu bekerja efektif hingga puluhan tahun kemudian. Los Angeles menjadi satu dari sedikit kota di Amerika yang masih menerapkan program menarik tersebut.

Baca Juga: CERMIN: Gaspar, 34 Tahun, Jantung di Sebelah Kanan

Duo sutradara, Ben Proudfoot dan Kris Bowers, mengajak kita masuk ke semacam bengkel yang mengelola atau membetulkan lebih dari 80 ribu instrumen hingga hari ini. Kita akan bertemu empat orang berdedikasi yang dengan telaten merawat instrumen musik tersebut, memperbaikinya agar dapat digunakan kembali oleh para murid yang bisa jadi di antara mereka di masa depan adalah peraih Grammy Awards, bahkan peraih piala Oscar seperti Kris.

The Last Repair Shop yang bisa ditonton secara gratis di kanal YouTube Los Angeles Times itu memang terasa personal karena terkait langsung dengan salah satu pembuatnya. Dalam sebuah surat panjang nan menyentuh yang dimuat di Los Angeles Times, Kris menulis bagaimana empat orang berdedikasi yang pantas dianggap sebagai para pahlawan tanpa tanda jasa itu begitu berarti buat hidupnya kelak.

CERMIN: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Foto:YouTube Los Angeles Times

“Sebagai salah satu dari jutaan anak yang lulus dari Los Angeles Unified School District, saya menghabiskan setiap momen dengan piano sekolah. Di sana saya menemukan tempat yang aman dan saya menemukan suara saya," ujar Kris.

"Itulah momen-momen mendasar yang mendorong saya bergabung dengan band sekolah. Berkuliah di Juilliard. Mendapat piala Oscar. Untuk mewujudkan impian terliar saya dan bertemu pahlawan saya sebagai musisi dan komposer film. Satu-satunya orang yang tidak pernah saya temui adalah pria yang menyetel piano sekolah itu," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Rekomendasi
Ketika Salah Kiblat,...
Ketika Salah Kiblat, Salatnya Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Dalilnya
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
Prabowo: Mencuri Uang...
Prabowo: Mencuri Uang Rakyat, Saya Tidak Toleransi
Berita Terkini
Bring Back My Heart...
Bring Back My Heart Jadi Pilihan Microdrama Romantis yang Seru di V+Short
Terinspirasi Rafathar,...
Terinspirasi Rafathar, Nagita Slavina Gelar Kompetisi Basket SMA
Nathalie Holscher Ungkap...
Nathalie Holscher Ungkap Alasan Mantap Nikahi Arief Fadli
Sinopsis Hotter Than...
Sinopsis Hotter Than Hate, Microdrama Revenge Plot yang Tayang di V+Short
Dimas Aditya Syok Temui...
Dimas Aditya Syok Temui Langsung Orang Dipasung saat Syuting Juminten Edan
Microdrama A Vengeful...
Microdrama A Vengeful Affair tentang Toxic Relationship, Tayang di V+Short
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved