6 Arsitek Legendaris Indonesia Pemenang Penghargaan, Bikin Gedung DPR hingga Masjid
Sabtu, 16 Maret 2024 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
Ciri khas karya Soejoedi yaitu lebih berfokus pada komposisi geometris, memastikan bangunan selaras dengan lokasi dan kondisinya tanpa mendesain terlalu megah. Ia sempat mengemban studi di jurusan arsitektur Fakultas Teknik Bandung (ITB), dan dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas.
Ia menjadi mahasiswa pertama yang mendapatkan beasiswa studi di Prancis. Namun setelah setahun mendalami arsitektur di Ecole Superieure National des Beaux Arts, ia kemudian pindah ke Hoogeschool, Delft, Belanda.
Karena suasana politik di Indonesia, Soejoedi pindah ke Jerman.Di sana. setelah studi selama dua tahun, ia lulus dengan predikat cum laude.
Karya Soejoedi Wirjoatmodjo antara lain adalah Gedung Sekretariat Asean Jakarta tahun 1975, Gedung Kedubes RI di Kuala Lumpur, Gedung Pusat Grafika Jakarta 1971, dan Gedung Kedubes RI di Seoul.
Salah satu karyaSoejoedi Wirjoatmodjo yang paling dikenal adalah Gedung Canefo alias Gedung DPR.
Baca Juga: Interpretasi Ending Film 24 Jam Bersama Gaspar
![6 Arsitek Legendaris Indonesia Pemenang Penghargaan, Bikin Gedung DPR hingga Masjid]()
Foto:Prioritasnews
Yusuf Bilyarta Mangunwijaya atau Y.B Mangunwijaya dikenal sebagai bapak arsitektur modern Indonesia. Ia lahir pada 6 Mei 1929 di Ambarawa,
Selain menjadi arsitek, ia juga penulis,aktivis, dan pemimpin agama Katolik. Dikenal sering membela hak rakyat jelata, ia populer dengan julukan Romo Mangun.
Romo Mangun sempat mengemban studi di jurusan arsitektur Institut Teknologi Bandung sampai 1960. Karyanya antara lain ada Gedung Bentara Budaya Jakarta, Biara Trappist Gedono Semarang, Gereja Katolik Clincing Jakarta, dan Gereja Katolik Jetis Yogyakarta.
Namun salah satu karyanya yang paling terkenal yaitu desain pemukiman Sungai Code. Ini sampai membuatnya mendapat penghargaan dari Aga Khan Award for Architecture (AKAA) karena memberi banyak inspirasi pada dunia.
Fhadel Izza Mahendra
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta
Instagram: @fhadel_mahendra
Ia menjadi mahasiswa pertama yang mendapatkan beasiswa studi di Prancis. Namun setelah setahun mendalami arsitektur di Ecole Superieure National des Beaux Arts, ia kemudian pindah ke Hoogeschool, Delft, Belanda.
Karena suasana politik di Indonesia, Soejoedi pindah ke Jerman.Di sana. setelah studi selama dua tahun, ia lulus dengan predikat cum laude.
Karya Soejoedi Wirjoatmodjo antara lain adalah Gedung Sekretariat Asean Jakarta tahun 1975, Gedung Kedubes RI di Kuala Lumpur, Gedung Pusat Grafika Jakarta 1971, dan Gedung Kedubes RI di Seoul.
Salah satu karyaSoejoedi Wirjoatmodjo yang paling dikenal adalah Gedung Canefo alias Gedung DPR.
Baca Juga: Interpretasi Ending Film 24 Jam Bersama Gaspar
6. Yusuf Bilyarta Mangunwijaya

Foto:Prioritasnews
Yusuf Bilyarta Mangunwijaya atau Y.B Mangunwijaya dikenal sebagai bapak arsitektur modern Indonesia. Ia lahir pada 6 Mei 1929 di Ambarawa,
Selain menjadi arsitek, ia juga penulis,aktivis, dan pemimpin agama Katolik. Dikenal sering membela hak rakyat jelata, ia populer dengan julukan Romo Mangun.
Romo Mangun sempat mengemban studi di jurusan arsitektur Institut Teknologi Bandung sampai 1960. Karyanya antara lain ada Gedung Bentara Budaya Jakarta, Biara Trappist Gedono Semarang, Gereja Katolik Clincing Jakarta, dan Gereja Katolik Jetis Yogyakarta.
Namun salah satu karyanya yang paling terkenal yaitu desain pemukiman Sungai Code. Ini sampai membuatnya mendapat penghargaan dari Aga Khan Award for Architecture (AKAA) karena memberi banyak inspirasi pada dunia.
Fhadel Izza Mahendra
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta
Instagram: @fhadel_mahendra
(ita)
Lihat Juga :