alexametrics

Review Film Venom

loading...
Review Film Venom
Ruben Fleischer mampu menampilkan sosok Venom, yang hampir mirip komik atau animasi. Meski agak hambar tanpa Spider-Man dan logo laba-laba di dada Venom. (Daily Express)
A+ A-
JAKARTA - Sony kembali mencoba peruntungan melalui semesta Spider-Man atau yang disebut Spiderverse, setelah sebelumnya gagal dengan The Amazing Spider-Man. Kali ini, Sony tidak menggarap karakter pahlawan, justru yang diangkat oleh Sony adalah karaktek Venom, sosok anti-hero pembenci Spider-Man.

Venom bercerita tentang seorang reporter benama Eddie Brock (Tom Hardy) yang tengah melakukan penyelidikan terhadap Life Foundation yang dipimpin oleh Carlton Drake (Riz Ahmed). Eddie menduga Life Foundation telah melakukan praktek terlarang, yang telah menewaskan banyak orang.



Tindakannya menyelidiki Life Foundation ternyata mendapat tentangan dari media tempat dia bekerja, yang lantas membuat Eddie akhirnya dipecat. Hal ini sempat membuat Eddie putus asa dan tidak lagi ingin menyentuh sesuatu hal yang berhubungan dengan Life Foundation.

Namun, situasi berubah ketika dia bertemu dengan Dora Skirth (Jenny Slate), salah seorang ilmuwan yang bekerja di Life Foundation. Dora menggelitik sisi jurnalis Eddie, dengan menawarkan akses langsung ke Life Foundation, beserta bukti pelanggaran yang dilakukan perusahaan itu.

Saat menerobos ke dalam Life Foundation inilah Eddie akhirnya ditempeli simbiot Venom. Eddie sempat menolak kehadiran sosok Venom di dalam dirinya. Perbedaan sifat adalah penyebab utama Eddie menolak sosok Venom.

Namun, lambat laun, Eddie akhirnya bisa menerima sosok Venom, begitupula sebaliknya. Kedunya menyatu setelah kehadiran Riot, salah satu simbiot yang menyatu dengan Drake.

Ruben Fleischer, sebagai sutradara dalam film ini cukup sukses meramu film ini. Dia mampu menampilkan sosok Venom, yang hampir mirip dengan yang ada di komik atau animasi. Meski masih terasa agak hambar tanpa kehadiran Spider-Man dan logo laba-laba di dada Venom.

Kekuatan film ini sejatinya terletak interaksi antara Eddie dan Venom. Perbedaan sifat keduanya kerap menimbulkan konflik, yang justru menghadirkan komedi tersendiri.

Pemlihan Tom Hardy sebagai sosok Eddie/Venom serasa tepat. Dia dapat merepresentasikan sosok Eddie yang ambisius nan egois, sekaligus sosok Venom yang brutal dan memiliki selera humor yang sangat kelam.

Venom mulai tayang di bioskop di seluruh Indonesia pada hari ini, Rabu (3/10/2018). Jangan sampai ketinggalan melihat Eddie dan Venom menemukan kesamaan di antara mereka dan melawan musuh-musuhnya!

(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak