alexametrics

Waspada! Penggunaan Smartphone Picu Kelainan Otak

loading...
Waspada! Penggunaan Smartphone Picu Kelainan Otak
Penggunaan smartphone oleh remaja memicu kelainan otak. Hal ini berdasarkan penelitian di University of Southern California, Amerika Serikat. Foto/Istimewa.
A+ A-
LOS ANGELES - Penelitian terbaru di University of Southern California, Amerika Serikat menunjukkan bahwa remaja yang sering menggunakan smartphone dan perangkat digital lainnya berisiko lebih tinggi mengalami gangguan attention-deficit atau hyperactivity (ADHD).

ADHD merupakan kondisi kelainan otak dengan gejala yang mencakup pola kurangnya perhatian, perilaku hiperaktif dan impulsif yang mengganggu fungsi atau perkembangan.



Dilansir Zeenews, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association ini berfokus pada konsekuensi kesehatan mental generasi baru di mana-mana pengalihan digital, termasuk media sosial, streaming video, pesan teks, download musik dan ruang obrolan online.

"Apa yang baru adalah bahwa studi sebelumnya tentang topik ini dilakukan beberapa tahun yang lalu, ketika media sosial, ponsel, tablet dan aplikasi seluler tidak ada," kata Adam Leventhal seorang profesor di University of Southern California di AS.

"Baru, teknologi mobile dapat memberikan stimulasi yang cepat dan berintensitas tinggi yang dapat diakses sepanjang hari, yang telah meningkatkan paparan media digital jauh melampaui apa yang telah dipelajari sebelumnya," tambah dia.

Penelitian ini memiliki konsekuensi bagi orangtua, sekolah, perusahaan teknologi dan dokter anak yang peduli bahwa remaja yang bergantung pada teknologi terdorong untuk mengalihkan perhatian atau lebih buruk.  Peneliti melibatkan 4.100 siswa usia 15 dan 16 tahun di 10 sekolah umum tertinggi di Los Angeles County.

Laventhal menjelaskan, peneliti fokus pada remaja karena masa remaja menandai momen untuk timbulnya ADHD dan akses tak terbatas ke media digital. Responden dikurangi menjadi 2.587 peserta dengan mengeluarkan siswa dengan gejala ADHD yang sudah ada sebelumnya. Peneliti memberikan pertanya kepada para siswa terkait seberapa sering mereka menggunakan 14 platform media digital populer.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak