alexametrics

Saleem Iklim, Jaya Karena Popularitas, Terpuruk Karena Narkoba

loading...
Saleem Iklim, Jaya Karena Popularitas, Terpuruk Karena Narkoba
Sepanjang kariernya sebagai penyanyi, Saleem telah mengalami jatuh bangun. Jaya karena popularitas, dia terpuruk akibat narkoba. Tapi, dia kembali bangkit. (New Strait Times)
A+ A-
JAKARTA - Mantan vokalis band Iklim asal Malaysia, Saleem, meninggal dunia pada Minggu (14/10/2018) akibat luka yang dia alami dari kecelakaan sepeda motor pada bulan lalu. Kabar ini tentu mengejutkan dan membuat sedih keluarga dan para penggemar pria yang terlahir dengan nama AM Salim Abdul Majeed itu.

Saleem sudah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak September lalu dan hampir 2 pekan mengalami koma. Dia sempat sadarkan diri beberapa kali sebelum kondisinya memburuk pada Sabtu (13/10/2018). Akibat kecelakaan sepeda motor itu, 12 tulang rusuknya patah, pria kelahiran 31 Agustus 1961 itu juga mengalami pembengkakan otak dan parunya terluka.

Peristiwa tragis ini terjadi ketika Saleem sedang menyadari betapa pentingnya kesehatan bagi dirinya. Kesadarannya itu muncul setelah dokternya mengatakan dia berisiko kehilangan memorinya.

“Itu mengejutkan saya. Bagaimana kalau saya kehilangan kewarasan atau ingatan saya? Saya harus menjaga diri saya atau pikiran buruk seperti itu menjadi kenyataan,” tutur Saleem dalam sebuah wawancara yang dikutip New Strait Times beberapa waktu lalu.

Risiko kehilangan memori itu bukan muncul tanpa sebab. Sejak Iklim meraih popularitasnya pada 1990an, Saleem terjerumus ke lembah hitam narkoba. Bahkan, karena kecanduannya itu, pada 1994, pemerintah Malaysia sempat melarang Saleem tampil di televisi.

Saleem kian terpuruk setelah Iklim terlibat kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan seorang tentara tewas pada 1996. Sejak peristiwa itu, kehidupan Saleem jadi tak menentu. Kecanduan narkobanya juga kian memburuk. Dia jadi tak peduli lagi dengan teman-temannya di Iklim. Dia sering tidak datang saat ada pertemuan dan itu memicu perpecahan di tubuh band tersebut. Akhirnya, Iklim pun sepakat untuk mendepak Saleem dari band yang turut dia dirikan pada 1988 itu.

Namun, saat itu, Saleem tidak sakit hati. Dia merasa rezeki ada di tangan Tuhan dan Iklim bukanlah satu-satunya tempatnya untuk mengais rezeki. Sayang, kehidupan yang baik belum berpihak kepadanya. Pada akhir 1996, Saleem ditangkap polisi karena membawa narkoba. Dia pun dijebloskan ke penjara.

Nasib baik datang pada Saleem. Selepas dari penjara, Warner Music menawarinya untuk rekaman. Pada 1998, Saleem merilis Maaf/Juwita, yang proses rekamannya sebagian dilakukan di Indonesia. Dia bahkan ikut reuni Iklim pada 2003—2004. Sayang, ini tidak berlangsung lama. Pada 2004, Saleem kembali ditangkap polisi karena kasus narkoba.

Ketika dijebloskan ke penjara untuk kali kedua, Saleem pun menyadari kesalahan-kesalahan yang telah dia lakukan dalam hidupnya. Dalam sejumlah wawancara, dia mengaku telah mempelajari kehidupan. Dia pun berusaha keras untuk keluar dari lingkaran setan narkoba yang telah membuat kehidupannya hancur itu.

Saleem beruntung karena Warner Music masih menerima dirinya. Pada 2006, dia bersama Warner Music dan Rock Record merilis Epigoni. Album yang berisi remake lagu-lagu hits milik Amy Search, Shima, Bumiputra Rocker, Allahyarham Sudirman, Wings dan lain-lain ini laris manis di pasaran.

Hidup Saleem pun kini punya tujuan. Kebahagiaan mulai menyapanya lagi. Dan, kebahagiaan itu kian bertambah dengan hadirnya sosok Julia Bachok, yang menjadi istri keduanya. Julia juga berperan sebagai asisten pribadi Saleem sepanjang hidupnya.

Sementara, akibat kecanduannya terhadap narkoba itu, Saleem jadi sering sakit-sakitan. Namun, dia kemudian bertekad untuk tetap sehat dengan dukungan dan cinta keluarganya.

“Apa yang dibilang dokter itu adalah panggilan bagi saya. Itu adalah cara Allah mengingatkan saya agar berjuang untuk kesehatan. Saya bersyukur masih mengingat nama orang, nomor telepon dan sebagian besar lagu yang saya nyanyikan. Saya mampu memenuhi tantangan itu. Saya senang mendapatkan kesempatan kedua untuk lebih sehat dan menjadi orang yang lebih baik. Saya ingin berterima kasihn kepada istri dan anak-anak saya dan fans yang selalu mendoakan kesehatan saya dan memberikan saya dukungan,” tutur Saleem.

Selamat jalan, Saleem!

(alv)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak