alexametrics

Efektifkah Hand Sanitizer untuk Membersihkan Tangan?

loading...
Efektifkah Hand Sanitizer untuk Membersihkan Tangan?
Dibandingkan cuci tangan pakai sabun, banyak orang lebih memilih menggunakan tisu basah atau hand sanitizer untuk membersihkan tangan. (Johnston)
A+ A-
JAKARTA - Cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan upaya yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mencegah penyakit. Cara ini dinilai mampu memutus rantai penyebaran kuman penyebab penyakit menular. Apalagi ukuran kuman yang mungkin tersentuh oleh tangan sangat kecil dan tidak dapat terlihat oleh mata telanjang.

Namun, dibandingkan cuci tangan pakai sabun, banyak orang lebih memilih menggunakan tisu basah atau hand sanitizer untuk membersihkan tangan. Ini biasanya dilakukan saat tidak tersedianya air dan sabun di lokasi. Padahal, CTPS terbukti menurunkan risiko penyakit diare, mencegah infeksi cacing, infeksi mata, penyakit kulit, penyakit kronis hingga kematian.

Oleh karena itu perilaku CTPS sangat disarankan. Di samping itu, CTPS juga dapat mengurangi kematian bayi baru lahir. Lalu efektifkah cuci tangan menggunakan tisu basah dan hand sanitizer?

"Yang kita dorong cuti tangan pakai sabun dengan air mengalir. Tapi kalo nggak ada biasanya kita pakai tisu basah karena mengandung antiseptik walaupun nggak semaksimal cuci tangan pakai sabun," ujar Kasubdit Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja, Direktorat Kesehatan Keluarga, drg. Wara Pertiwi O, MA.

Senada dengan drg. Wara, dr Kuntjoro Adi Purjanto, MKes selaku Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menjelaskan cuci tangan harus menggunakan air mengalir dan sabun. Oleh karena itu, cuci tangan menggunakan air saja tidaklah cukup menyingkirkan kuman dan bakteri yang ada di tangan. Sementara, untuk jenis sabun yang digunakan bisa sabun apa saja.

"Cuci tangan pakai air itu kurang, bahkan ngeri. Yang jelas, yang dibutuhkan antiseptiknya. Jadi sabun ada proses pembersihnya. Saya pun menyakini orang mau operasi pun pakai sabun. Awalnya pakai alkohol emang dan itu sebagai buktu bisa menjadi penularan penyakit," kata dr Kuntjoro.
(alv)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak