Ramadhan, Ibu-ibu di Serbia Lomba Masak Indomie

Jum'at, 01 Mei 2020 - 10:14 WIB
loading...
A A A
Islam masuk ke Serbia pada zaman Turki Usmani melalui pertempuran Kosovo tahun 1389 dan 1448. Beberapa wilayah Serbia tetap dikuasai Turki selama lima abad. Namun, Turki Usmani mulai menarik diri dari Serbia secara perlahan-lahan, dimulai dengan perjanjian Karlowitz pada 1699. Hal itu dilakukan setelah Perang Balkan pada 1912-1913. Ketika itu Serbia mulai menguasai wilayah Turki Usmani di Sandzak, Kozovo dan Makedonia.

Saat dikuasai Turki Usmani, Muslim Serbia berjumlah 500 ribu orang. Tetapi setelah Turki meninggalkan wilayah itu, umat Islam semakin berkurang. Pada 1834, jumlah umat Islam hanya 12 ribu orang. Pada 1866 umat Islam hanya berjumlah lima ribu orang.

Banyak Muslim Serbia yang terusir kemudian menetap di Bosnia dan Sandzak yang saat itu masih berada di bawah kekuasaan Turki Usmani. Beberapa orang bermigrasi ke Anatolia, wilayah Bosnia. Itu sebabnya rakyat Bosnia Herzegovina kini mayoritas memeluk Islam.

Puasa di Beograd

Lantas bagaimana rasanya melaksanakan ibadah puasa di kota Beograd? Durasi ibadah menahan hawa nafsu di kota bersuhu rata-rata 16 derajat Celcius, lebih panjang dari Indonesia. Azan subuh berkumandang pukul 3.38 waktu setempat, waktu solat magrib jatuh pada pukul 19.39.

Biasanya, sebelum wabah covid 19 menyerang, KBRI rutin menggelar buka bersama dan salat tarawih seminggu sekali di akhir pekan. Tapi tahun lalu tidak diselenggarakan salat tarawih. Sebab, saat itu memasuki musim panas. Pada musim panas matahari tenggelam semakin malam. “Salat isya dan tarawih dilakukan di rumah masing-masing, soalnya bisa jam 12 malam baru selesai,” cerita Aty lagi.

Tahun ini buka bersama tetap digelar, namun secara virtual. Menu buka puasanya, masakan di rumah masing-masing. “Setelah itu kami bersapa ria melalui zoom.”

Di bulan Ramadan, WNI juga aktif melakukan pengajian bersama. Seperti halnya lomba masak, pembacaan ayat suci bersama juga dilakukan secara maya. “Sebenarnya ini kegiatan rutin, tapi baru intensif saat Ramadan tiba,” tutur ibu tiga anak itu.

Pengajian itu dipimpin bergantian oleh seorang ustazah berstatus mahasiswi alumni sebuah pesantren di tanah air. “Kadang-kadang bergantian dengan seorang ibu yang mengajinya sudah fasih,” kata dia.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ramadhan, Ibu-ibu di...
Ramadhan, Ibu-ibu di Serbia Lomba Masak Indomie
Rekomendasi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Berita Terkini
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Baru Umumkan Pernikahan,...
Baru Umumkan Pernikahan, Nathalie Holscher Langsung Didesak Soal Anak: Responsnya Bikin Warganet Heboh
Regenerasi Kulit Jadi...
Regenerasi Kulit Jadi Tren Baru Perawatan Estetika Modern
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved