CERMIN: Billy Elliott, Anthony Madu, dan Anak-Anak yang Memperjuangkan Mimpi Mereka
Sabtu, 30 Maret 2024 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
Anthony ditemukan oleh Elmhurst Ballet Dance School setelah kelenturan tubuhnya yang menari-nari di bawah iringan hujan deras di jalanan Lagos menjadi viral. Ia lantas ditawari beasiswa pendidikan selama tujuh tahun, yang artinya ia harus meninggalkan kampung halamannya, meninggalkan ibu yang sangat mencintainya dan meninggalkan kenangan-kenangan buruk dari masa lalunya.
Di tangan duo sutradara Matthew Ogens dan Joel Kachi Benson, kita melihat, mendengar dan merasakan Anthony memperjuangkan yang diinginkannya sejak lama. Anthony tahu ia berbeda dan mungkin kepindahannya ke Inggris adalah keputusan terbaik.
![CERMIN: Billy Elliott, Anthony Madu, dan Anak-Anak yang Memperjuangkan Mimpi Mereka]()
Foto: Disney+
Namun tentu saja perjuangan tak pernah mudah, terutama bagi anak-anak berusia belasan tahun yang terpisah dari rumah untuk pertama kalinya dalam jangka waktu lama.
Oleh karena itu, kita mengikuti bagaimana Anthony beradaptasi, berjuang untuk berteman setelah dirinya yang menutup diri selama beberapa lama akibat perundungan. Perasaan terasing yang jauh dari rumah ditangkap dengan brilian oleh sinematografer Charlie Goodger dengan variasi-variasi shot yang menarik dan tak biasa, cocok menggambarkan perasaan teralienasi itu.
Juga bagaimana Anthony beradaptasi menari dari gedung-gedung terbengkalai, jalanan nan kumuh di Lagos ke ruang-ruang estetik yang nyaman dan kelak di panggung yang menggantikan jalanan selama ini.
Kehalusan rasa dari gerakan-gerakan indah yang banyak diperagakan Anthony sepanjang film juga bisa ditangkap oleh mata kamera dengan menawan yang membuat rasanya tersampaikan dengan baik ke dalam hati penonton.
![CERMIN: Billy Elliott, Anthony Madu, dan Anak-Anak yang Memperjuangkan Mimpi Mereka]()
Foto: Disney+
Gangguan yang dialami salah satu mata Anthony juga digunakan oleh Charlie untuk menggambarkan bagaimana Anthony melihat dunia yang baru dan masih terasa asing baginya itu.
Di tangan duo sutradara Matthew Ogens dan Joel Kachi Benson, kita melihat, mendengar dan merasakan Anthony memperjuangkan yang diinginkannya sejak lama. Anthony tahu ia berbeda dan mungkin kepindahannya ke Inggris adalah keputusan terbaik.

Foto: Disney+
Namun tentu saja perjuangan tak pernah mudah, terutama bagi anak-anak berusia belasan tahun yang terpisah dari rumah untuk pertama kalinya dalam jangka waktu lama.
Oleh karena itu, kita mengikuti bagaimana Anthony beradaptasi, berjuang untuk berteman setelah dirinya yang menutup diri selama beberapa lama akibat perundungan. Perasaan terasing yang jauh dari rumah ditangkap dengan brilian oleh sinematografer Charlie Goodger dengan variasi-variasi shot yang menarik dan tak biasa, cocok menggambarkan perasaan teralienasi itu.
Juga bagaimana Anthony beradaptasi menari dari gedung-gedung terbengkalai, jalanan nan kumuh di Lagos ke ruang-ruang estetik yang nyaman dan kelak di panggung yang menggantikan jalanan selama ini.
Kehalusan rasa dari gerakan-gerakan indah yang banyak diperagakan Anthony sepanjang film juga bisa ditangkap oleh mata kamera dengan menawan yang membuat rasanya tersampaikan dengan baik ke dalam hati penonton.

Foto: Disney+
Gangguan yang dialami salah satu mata Anthony juga digunakan oleh Charlie untuk menggambarkan bagaimana Anthony melihat dunia yang baru dan masih terasa asing baginya itu.
Lihat Juga :