Dahsyatnya Awards 2020 Berikan Penghargaan Khusus pada Didi Kempot
Minggu, 16 Agustus 2020 - 19:06 WIB
loading...
Spesial Awards dalam Dahsyatnya Awards diberikan kepada mendiang Didi Kempot. Foto/IG @dahsyat.musik
A
A
A
JAKARTA - Dahsyatnya Awards 2020 memberikan penghargaan untuk dua kategori khusus. Salah satunya adalah Spesial Awards yang diberikan kepada mendiang Didi Kempot.
Didi Kempot bukanlah nama baru di jagat musik Indonesia. Musisi asal Solo, Jawa Tengah, itu sudah malang-melintang di dunia musik sejak menapaki kariernya sebagai penyanyi pada pertengahan 1980-an. Pria bernama asli Dionisius Prasetyo itu mengawali karier bermusiknya dengan menjadi pengamen jalanan. (Baca Juga: Lyodra Ginting Sabet Piala Pendatang Baru Terdahsyat )
Saat hijrah ke Jakarta di akhir era 1980-an, penyanyi kelahiran 31 Desember 1966 itu bergabung menjadi anggota Kelompok Pengamen Trotoar (Kempot). Perjalanan karier Didi terus menanjak di rentang tahun 1990-an. Dia pun mulai tampil di luar negeri. Suriname hingga benua Eropa pernah dijelajahinya.
Nama Didi Kempot di genre musik campursari kian berkibar di era 2000-an. Setiap lagu yang ia tulis dan rilis selalu mendapatkan sambutan luar biasa dari para penikmat musik genre tersebut. Tiap kali tampil di panggung-panggung musik di daerah, penontonnya selalu banyak. Mereka pun turut bernyanyi dan merasakan derita luar biasa dengan lagu-lagu patah hati yang menjadi ciri khas Didi.
Kini, di era sekarang, nama Didi Kempot kembali meroket. Karya-karyanya bukan hanya dinikmati oleh penyuka musik campursari dengan lagu yang berlirik bahasa Jawa. Generasi milenial masa kini juga mulai menyukai lagu-lagunya. Bahkan, mereka yang awalnya tidak paham bahasa Jawa, turut menyukai lagu-lagu Didi.
Didi Kempot bukanlah nama baru di jagat musik Indonesia. Musisi asal Solo, Jawa Tengah, itu sudah malang-melintang di dunia musik sejak menapaki kariernya sebagai penyanyi pada pertengahan 1980-an. Pria bernama asli Dionisius Prasetyo itu mengawali karier bermusiknya dengan menjadi pengamen jalanan. (Baca Juga: Lyodra Ginting Sabet Piala Pendatang Baru Terdahsyat )
Saat hijrah ke Jakarta di akhir era 1980-an, penyanyi kelahiran 31 Desember 1966 itu bergabung menjadi anggota Kelompok Pengamen Trotoar (Kempot). Perjalanan karier Didi terus menanjak di rentang tahun 1990-an. Dia pun mulai tampil di luar negeri. Suriname hingga benua Eropa pernah dijelajahinya.
Nama Didi Kempot di genre musik campursari kian berkibar di era 2000-an. Setiap lagu yang ia tulis dan rilis selalu mendapatkan sambutan luar biasa dari para penikmat musik genre tersebut. Tiap kali tampil di panggung-panggung musik di daerah, penontonnya selalu banyak. Mereka pun turut bernyanyi dan merasakan derita luar biasa dengan lagu-lagu patah hati yang menjadi ciri khas Didi.
Kini, di era sekarang, nama Didi Kempot kembali meroket. Karya-karyanya bukan hanya dinikmati oleh penyuka musik campursari dengan lagu yang berlirik bahasa Jawa. Generasi milenial masa kini juga mulai menyukai lagu-lagunya. Bahkan, mereka yang awalnya tidak paham bahasa Jawa, turut menyukai lagu-lagu Didi.
Lihat Juga :