alexametrics

Waspada! Suplemen Zat Besi Picu Kanker Usus Besar

loading...
Waspada! Suplemen Zat Besi Picu Kanker Usus Besar
Suplemen zat besi dinilai dapat memperngaruhi perkembangan kanker usus besar. Hal itu berdasarkan penelitian Chalmers University of Technology. Foto/Ilustrasi/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa suplemen zat besi tertentu dapat mempengaruhi perkembangan kanker usus besar. Penelitian yang dilakukan Chalmers University of Technology ini menyebutkan bahwa dua senyawa, yakni besi sitrat dan EDTA besi yang sering digunakan dalam suplemen makanan terbukti meningkatkan pembentukan biomarker, senyawa penanda kanker.

Dilansir Zeenews, peneliti melihat efek dosis suplemen normal dari senyawa ini pada dua jenis sel kanker kolon manusia. Sebagai perbandingan, peneliti juga mengukur efek sulfat besi, senyawa besi lain yang tersedia secara umum.

Hasilnya ditemukan bahwa sulfat besi tidak memiliki efek. Sedangkan sitrat besi dan EDTA besi menyebabkan peningkatan kadar seluler amphiregulin, biomarker penanda kanker. Ini bahkan terjadi pada dosis rendah.

"Kita dapat menyimpulkan bahwa sitrat besi dan EDTA besi mungkin bersifat karsinogenik karena keduanya meningkatkan pembentukan amphiregulin, penanda kanker yang dikenal paling sering dikaitkan dengan kanker jangka panjang dengan prognosis buruk," kata penulis utama, Nathalie Scheers.

"Banyak toko dan pemasok tidak benar-benar menyatakan apa jenis senyawa besi yang ada, bahkan di apotek. Biasanya, itu hanya mengatakan besi atau mineral besi, yang bermasalah bagi konsumen," tambahnya.

Sementara, sebagian besar zat besi yang dibutuhkan tubuh diperoleh melalui makanan seperti daging, ikan, sayuran, buah-buahan dan biji-bijian. Tetapi terkadang hal tersebut tidaklah cukup. Bagi wanita hamil membutuhkan zat besi tambahan, serta orang-orang yang kehilangan darah atau memiliki kadar hemoglobin yang rendah.

Sedangkan, pada pasien dengan penyakit ginjal, dosis tinggi zat besi mungkin diperlukan untuk mengikat fosfat ke dalam aliran darah. Temuan dari penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Oncotarget.
(tdy)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak