alexametrics

Raup Sukses di Jakarta, Langit 7 Bidadari Dipentaskan di Bandung

loading...
Raup Sukses di Jakarta, Langit 7 Bidadari Dipentaskan di Bandung
Para pemain inti yang merupakan tujuh bidadari untuk seni pertunjukan teatrikal Padamu Negeri: Langit 7 Bidadari saat temu media di Trans Convention Centre Bandung, Bandung, Jumat (9/11/2018) malam. / Foto: KoranSINDO/Arif Budianto
A+ A-
BANDUNG - Langit Pitu bakal kembali meramaikan jagat teater Tanah Air dengan menampilkan pertunjukan teatrikal "Padamu Negeri: Langit 7 Bidadari" di Trans Convention Centre Bandung, Bandung pada Sabtu (10/11) malam.

Sekitar 20 artis kenamaan Tanah Air bakal meramaikan seni teater ini, dan juga sekitar 200 tim yang akan men-support di belakang layar. Pertunjukan ini diharapkan mengulang sukses perhelatan seni pertamanya di Teater Garuda Taman Mini Indonesia pada 1 Juni 2018.

Beberapa pemain yang akan terlibat di antaranya Reynaldi Rifaldo yang berperan sebagai Jaka Tarub, dan Indy Barends sebagai Nawang Wulan. Serta didukung artis lainnya seperti Prilly Latuconsina, Sarwendah, Ersa Mayori, Wizzy, Indra Bekti, Ricky Cuaca, Oline Mendeng, Haikal AFI, Tia AFI, The Monkeys, Josagama dengan music Orchestra. Sutradara untuk pagelaran seni ini adalah Deddy Nur yang telah malang melintang di dunia pertunjukan.

"Seni teatrikal ini adalah upaya melestarikan budaya. Bagaimana kami menyampaikan pesan moral, bahwa ada budaya Indonesia yang mesti dijunjung. Kita punya karakter kuat dan kaya ragam budaya. Dan itu yang harus kita tunjukkan ke dunia," beber dia saat temu media di Trans Luxury Hotel, Jumat.

Menurut Executive Producer Langit 7 Bidadari, Ratnasari, seni dan budaya merupakan kearifan lokal yang bisa menjadi salah satu benteng pertahanan dalam menghadapi munculnya fenomena radikalisme dewasa ini.

Seni teatrikal Padamu Negeri Langit 7 Bidadari adalah rangkaian pagelaran budaya yang mengambil inspirasi tokoh lokal. Mengangkat cerita rakyat dan sarat pesan moral sebagai hiburan seni langsung berupa teater, seni suara, musik, tari dan lukis yang menggambarkan semangat harmonisasi dalam perbedaan yang beragam namun tetap sejalan dan satu tujuan.

Menurut dia, pagelaran seni kali ini akan berbeda dengan pagelaran seni lainnya. Jalan cerita dikemas secara menyenangkan, penuh musik dan tarian megah dan kekinian, sehingga diharapkan dapat diterima di kalangan generasi millenial.

Salah seorang pemain Indy Barends mengaku, ini adalah pengalaman kedua dia main teater. Baginya, main teater adalah mimpinya sejak lama. Dia mengaku tak pernah membayangkan menjadi bagian dari mereka yang bermain teater.

"Saya bersyukur bisa main di sini. Awalnya memang saya sedikit stres ketika harus berperan sebagai Nawang Wulan. Karena saya harus mengenakan kebaya. Tapi ternyata banyak yang lain juga, dan membuat saya yakin. Dan saya bersyukur bisa main teater untuk kedua kalinya," terangnya.
(nug)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak