Zara Anak Ridwan Kamil Kembali Diserang Kritik Netizen usai Unggah Kemasan Produk Pro Israel
Selasa, 16 April 2024 - 08:08 WIB
loading...
Camillia Azzahra atau Zara belakangan kerap menjadi sorotan publik usai keputusannya untuk melepas hijab. Foto/Instagram @camilliazr
A
A
A
JAKARTA - Camillia Laetitia Azzahra atau Zara belakangan kerap menjadi sorotan publik usai keputusannya untuk melepas hijab.
Setelah bikin heboh netizen gegara memperlihatkan penampilannya pascamelepas hijab dengan rambut blonde yang terurai bebas, kini Zara kembali jadi perbincangan panas setelah mengunggah sebuah bungkus kemasan dari salah satu brand fast food McDonald’s.
Dalam unggahan tersebut, Zara memperlihatkan sebuah foto berupa paper bag berwarna cokelat susu. Meskipun tak terlihat jelas logo pada paper bag itu, akan tetapi netizen tahu betul bahwa kemasan tersebut merujuk pada McDonald’s.
Baca Juga: Foto Terbaru Zara Anak Ridwan Kamil Tanpa Hijab Viral, Warna Rambutnya Jadi Gunjingan
“Trims Kim Dokja,” tulis Zara pada keterangan foto, dikutip dari akun Instagram @camilliazr, Selasa (16/4/2024).
Unggahan tersebut ternyata membuat para netizen dan pengikut Zara geram. Pasalnya, brand itu diketahui berasal dari Amerika Serikat yang diduga pro Israel.
Setelah bikin heboh netizen gegara memperlihatkan penampilannya pascamelepas hijab dengan rambut blonde yang terurai bebas, kini Zara kembali jadi perbincangan panas setelah mengunggah sebuah bungkus kemasan dari salah satu brand fast food McDonald’s.
Dalam unggahan tersebut, Zara memperlihatkan sebuah foto berupa paper bag berwarna cokelat susu. Meskipun tak terlihat jelas logo pada paper bag itu, akan tetapi netizen tahu betul bahwa kemasan tersebut merujuk pada McDonald’s.
Baca Juga: Foto Terbaru Zara Anak Ridwan Kamil Tanpa Hijab Viral, Warna Rambutnya Jadi Gunjingan
“Trims Kim Dokja,” tulis Zara pada keterangan foto, dikutip dari akun Instagram @camilliazr, Selasa (16/4/2024).
Unggahan tersebut ternyata membuat para netizen dan pengikut Zara geram. Pasalnya, brand itu diketahui berasal dari Amerika Serikat yang diduga pro Israel.
Lihat Juga :