alexametrics

Komedi Romantis yang Sarat Pesan Moral bagi Kaum Muda

loading...
Komedi Romantis yang Sarat Pesan Moral bagi Kaum Muda
Komedi Romantis yang Sarat Pesan Moral bagi Kaum Muda
A+ A-
FILM spin off Milly & Mamet menghadirkan nilai kehidupan yang berguna, terutama bagi pasangan muda yang menjalani biduk pernikahan, lewat pasangan Milly dan Mamet.

Hadirnya kisah dua pasangan fiksi, Cinta-Rangga dan Milly-Mamet, sebenarnya berakar dari kisah yang sama, yakni film Ada Apa Dengan Cinta (AADC ). Tetapi, film lepasan Milly & Mamet yang dibintangi Sissy Prescillia dan Dennis Adhiswara ini tidak cuma menawarkan drama romantis, tetapi juga porsi komedi.

Tidak hanya itu, Dennis berpendapat, pasangan Milly dan Mamet bisa terasa lebih dekat dengan kehidupan penonton. Aktor Dennis Adhiswara kembali menjadi Mamet dalam film ini.

“Milly dan Mamet memang berbeda dari Cinta dan Rangga. Cinta dan Rangga itu romantis dan puitis. Milly dan Mamet nggak sampai segitunya, dekat banget sama kita di kehidupan sehari-hari,” ujar Dennis Adhiswara saat mengunjungi Gedung SINDO, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (4/12) sore.

Film dari AADC ini memang memasukkan unsur komedi yang lebih banyak, bukan cuma drama romantis. Hal ini tidak lepas dari dua karakter utama yang merupakan pemancing komedi di AADC.

Untuk itu, produser Mira Lesmana mempercayakan Ernest Prakasa sebagai sutradara untuk menghadirkan kesegaran dalam Milly dan Mamet. Meski demikian, bakal tetap ada sisi drama di film lepasan ini karena drama percintaan adalah ciri khas AADC, dunia awal dari Milly dan Mamet. Setting film Milly & Mamet masih berhubungan dengan AADC.

“Setting-nya beberapa tahun setelah Ada Apa Dengan Cinta 2? selesai. Kalau selama ini Milly dan Mamet sebagai pendukung saja, sekarang kita bisa tahu nama lengkapnya Mamet, kerjanya seperti apa, dan kondisinya. Begitu juga dengan karakter Milly, kita jadi tahu background mereka selama ini,” kata Dennis.

Pada versi kisah yang ditulis Ernest Prakasa, karakter Mamet digambarkan sebagai seseorang yang mengenyam pendidikan kuliner secara formal. Untuk memperdalam perannya, Ernest Prakasa yang juga bertindak selaku sutradara menyekolahkan Dennis Adhishwara.

“Sama Ernest saya disekolahin memasak privat. Selama sebulan sebelum syuting Milly & Mamet, saya dikasih guru privat untuk belajar teknik memasak yang benar,” ungkap Dennis.

Sedangkan untuk menguatkan karakternya secara keseluruhan, proses reading dilakukan selama satu bulan penuh bersama pemain lainnya. “Sebelum syuting, kami ada fase sebulan untuk reading naskah supaya bisa lebih masuk ke karakternya pelanpelan secara total,” tutur Dennis.

Dennis Adhiswara punya pengalaman baru sebagai orang tua bersama Sissy Prescillia. Mereka disibukkan dengan mengurus seorang bayi. Pengalaman ini tidak terjadi dalam kehidupan nyata, hanya kisah dalam film terbaru keduanya, Milly & Mamet.

Dalam film produksi Starvision ini, keduanya diceritakan memiliki anak. Dennis mengaku agak canggung mengurus bayi karena belum pernah punya pengalaman memiliki anak.

“Kesulitannya itu ya dibantu sama Sissy, apalagi dia banyak ajarin caranya gendong atau nenangin kalo bayinya nangis,” katanya.

Pengalaman menarik juga dialami komika Muhadkly Acho, di mana untuk pertama kalinya dipercaya menjadi konsultan komedi sebuah film layar lebar.

Tidak tanggung-tanggung, pengalaman pertamanya itu langsung menangani film Milly & Mamet, spin off film AADC. “Ini baru pertama dan langsung menangani aktor-aktor hebat. Beda sama kalau nanganin stand up comedian, deliver komedinya lebih mudah dan di sini harus membantu aktor yang bukan komedian, bahkan ada tiga penyanyi,” ujar Acho.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak