Prilly Latuconsina dan Konservasi Indonesia Edukasi soal Sampah Plastik Laut

Minggu, 21 April 2024 - 14:59 WIB
loading...
Prilly Latuconsina dan...
Prilly Latuconsina mengikuti aksi damai dan edukasi soal sampah plastik laut saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), MInggu (21/4) pagi. Foto/Dok.Konservasi Indonesia, Arief Indrawan
A A A
JAKARTA - Prilly Latuconsina menyambut Hari Bumi Sedunia dengan mengikuti aksi damai dan kegiatan teatrikal soal edukasi sampah plastik laut , pada Minggu (21/4) pagi di Taman Spot Budaya Dukuh Atas, Jakarta.

Acara ini merupakan kolaborasi Konservasi Indonesia bersama Prilly dan komunitas Generasi Peduli Bumi (GPB) yang didirikannya. Ikut serta juga kelompok mahasiswa Biologi Kelautan Universitas Indonesia (SIGMA B-UI) dan Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Biologi UI.

Aksi damai ini ikut mengusung tema global dari EarthDay.org, yakni Planet Vs. Plastics. Adapun pesan yang dibawakan adalah tentang "Rayakan Hari Bumi, Lestarikan Ibu Pertiwi".

Baca Juga: Eskplorasi Menggila, Luar Angkasa Diprediksi Jadi Lokasi Lautan Sampah

Senior Vice President dan Eksekutif Chair Konservasi Indonesia Meizani Irmadhiany mengatakan bahwa bergabungnya semua elemen masyarakat pada kegiatan kali ini membuktikan bahwa sudah banyak masyarakat yang menyadari bahwa penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari dapat berdampak panjang, mulai dari darat hingga lautan.

"Salah satu yang ditargetkan adalah upaya pembersihan sampah laut. Kita sudah tidak bisa tutup mata bahwa masalah sampah plastik di Indonesia kebanyakan berasal dari darat. Kondisi itu tidak hanya berdampak pada lingkungan di daratan, tapi juga sudah memiliki pengaruh besar untuk kehidupan biota laut," ujar Meizani.

"Hal ini menjadi sangat penting untuk dipahami oleh semua pihak agar kita dapat bergerak bersama-sama dalam menjaga laut yang merupakan sumber penghidupan untuk masyarakat Indonesia," imbuhnya.

Prilly Latuconsina dan Konservasi Indonesia Edukasi soal Sampah Plastik Laut

Foto: Dok.Konservasi Indonesia/Arief Indrawan

Prilly Latuconsina selaku Founder Generasi Peduli Bumi mengungkapkan bahwa kominitas ini dibuat dari keresahan Prilly kala melihat tumpukan sampah plastik ketika Ia melakukan diving. Komunitasnya fokus pada keberlanjutan untuk pengolahan sampah daur ulang limbah plastik.

"Sebagai generasi muda, kami juga tidak ingin nantinya laut-laut di Indonesia yang sangat indah dan menjadi rumah dari ribuan spesies ikan dan ratusan spesies terumbu karang menjadi hancur dan musnah," kata Prilly yang bersama Generasi Peduli Bumi juga memiliki kegiatan membersihkan pantai dari sampah laut.

Lebih lanjut, Prilly menceritakan bahwa Generasi Peduli Bumi juga bekerja sama dengan pengrajin lokal untuk mengolah sampah plastik menjadi karya. Dia berharap, hasil daur ulang limbah plastik dapat terus didistribusikan kepada pengrajin lokal.

Azka Alfathi Madani, Ketua Umum SIGMA-B UI, mengungkapkan bahwa sudah banyak penelitian tentang bahaya plastik. baik makro ataupun mikro, yang memaparkan ancaman-ancaman yang dapat mengganggu kehidupan, baik untuk lingkungan, kesehatan, ataupun keanekaragaman hayati.

"Plastik memang menjadi masalah di berbagai belahan dunia sekaligus produk teknologi tinggi. Oleh karena itu, kita semua sekurang-kurangnya perlu tahu bagaimana cara memilah dan menanganinya, termasuk tempat yang tepat untuk mengumpulkan dan mengolah sampah plastik," ujar Alfath.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyatakan lima program Ekonomi Biru yang menggabungkan pemanfaatan sumber daya laut dengan pendekatan berkelanjutan. Lima program tersebut yaitu perluasan kawasan konservasi laut dan penangkapan ikan terukur berbasis kuota.

Baca Juga: Pilih Jadi WNI, Bule Belanda Ini Aktif Lestarikan Lingkungan di Bitung

Berikutnya ada pembangunan perikanan budidaya laut, pesisir, dan darat secara berkelanjutan serta pengawasan dan pengendalian kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Terakhir adalah pembersihan sampah plastik di laut.

"Harapannya, melalui kolaborasi aksi dan edukasi tentang sampah plastik dan sampah laut ini masyarakat bersama-sama pemerintah dapat menjaga dan mengelola sumber daya alam kelautan dan perikanan, yang termasuk di dalamnya lingkaran ekologi dan ekonomi antara produksi dan perlindungan laut yang memiliki arti penting bagi ekosistem lingkungan," ujar Meizani.
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanggini dan Luthfi...
Hanggini dan Luthfi Aulia Umumkan Kelahiran Anak Pertama, Baru Diungkap setelah Satu Bulan
Prilly Latuconsina Jadi...
Prilly Latuconsina Jadi Rescue Diver di Red Bull Cliff Diving 2026, Heroik Banget!
Clara Shinta Bongkar...
Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, Bukti VCS Beredar
Kesehatan Menurun, Adhisty...
Kesehatan Menurun, Adhisty Zara Pamit Dulu dari Dunia Akting
Anak Putuskan Lepas...
Anak Putuskan Lepas Hijab, Ini Respons Marshanda
Film Danur: The Last...
Film Danur: The Last Chapter Jadi Momen Penutup yang Emosional bagi Prilly Latuconsina
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
BPDLH Gandeng 8 Lembaga...
BPDLH Gandeng 8 Lembaga Perantara Perkuat Transformasi Pembiayaan Perhutanan Sosial
Rekomendasi
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Berita Terkini
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved