Makna 20 Lagu dalam Album The Tortured Poets Department dari Taylor Swift
Senin, 22 April 2024 - 19:57 WIB
loading...
A
A
A
Lagu ini menceritakan tentang sebuah perpisahan. Dalam liriknya Taylor bertanya-tanya di mana kesalahannya dan juga menyebut spekulasi, keingintahuan, pertanyaan, serta penilaian yang muncul setelah perpisahan.
Dalam liriknya, ia memperlihatkan pertanyaan dari publik setelah perpisahannya, berbunyi, “Apa kamu tidak dengar?/Mereka membatalkan semuanya/Terkesiap lalu/Bagaimana akhirnya?.”
Dari lirik itu kepedihanTaylor bukan hanya karena harus menguraikan dan memilah sendiri kehancuran hubungannya secara emosional, tetapi juga dirinya harus melihat seluruh dunia melakukannya.
Lagu ini merujuk pada hubungannya dengan Travis Kelce, yang membuatnya seolah kembali pada masa mudanya yang penuh cinta selayaknya masa SMA. Lirik dalam lagu ini benar-benar menggambarkan Kelce secara terang-terangan.
Seperti, “Kamu tahu cara bermain bola, aku tahu Aristoteles”, dan lirik lain “Kamu tahu apa yang kamu inginkan dan, Nak, kamu mendapatkannya”, juga “Apakah kamu akan menikah, mencium, atau membunuhku?”
Lirik terakhir mengacu pada saat Kelce diwawancara pada 2016. Saat itu ia ditanya mengenai Taylor dengan permainan Kiss, Marry, or Kill.
Lalu Kelce menjawab ciuman. Namun Taylor juga menjawab pada bagian akhir lagu, “Saya bertaruh pada ketiganya untuk kita berdua”.
Dalam judulnya lagu ini terdapat beberapa permainan kata tata bahasa yang disengaja, tidak terlalu halus, dan terlihat jelas. Lagu ini disebut-sebut menyindirKim Kardashian, yang merupakan seteru lamanya bersama sang mantan suaminya, Kanye West.
Lagu ini tidak memerlukan banyak petunjuk untuk mengerti apa isi yang terkandung karena sangat jelas terlihat jika kamu membaca lirik lagu tersebut.
Lagu Cassandrapenuh dengan referensi dari mitologi Yunani yang mengacu pada putri Priam dan Hecuba, yaitu Cassandra yang memiliki karunia. Namun atas kutukan yang disampaikan oleh Dewa Apollo, Cassandra dikutuk agar tidak pernah lagi dipercaya oleh siapa pun.
Lagu ini menjadi metafora tentang perseteruan, rumor, dan tuduhan yang membuat Taylor mendapat kecaman yang membuat penyanyi tersebut menyesali pengalamannya tersebut karena tidak dipercaya.
Siapa yang tidak tahu mengenai kisah Peter Pan, seorang anak laki-laki yang tidak dapat tumbuh dewasa. Lagu ini juga mengisahkan hal yang serupa, yaitu tentang mantan yang dulu berusia 25 tahun, dan kini kembali bertemu tapi tetap tidak dapat kembali bersama.
Lirik yang berbunyi, “Kamu bilang kamu akan tumbuh dewasa dan kemudian kamu akan datang dan menemukanku”. Sontak parapenggemar kembali mengaitkan dengan Matty Healy yang berumur 25 tahun saat pertama kali bertemu dengan Taylor.
The Botler mengisahkan tentang seorang perempuan yang memulai hubungan, tetapi kemudian pergi. Ini membuatnya mendapat julukan “Bolter”. Lalu ada seorang pria yang berusaha untuk menjinakannya.
Banyak yang mengatakan bahwa lagu ini merupakan sebuah fiksi yang dikaitkan dengan kisah nyata dari Taylor.
Baca Juga: Lirik dan Makna Lagu 10 Minutes dari Lee Hyori, Viral di TikTok setelah 20 Tahun Dirilis
Dalamlagu terakhir dalam album yang memilukan ini,Taylor sepertinya membicarakan hubungan lamanya yang pernah ia nyanyikan sebelumnya. Lagu ini mengambarkan perselingkuhan panas antara perempuan muda dengan pria yang lebih tua dengan memanfaatkan kenaifannya.
Lagu ini diyakini sangat terkait dengan lagu sebelumnya, seperti Would’ve, Could’ve, Should’ve, All Too Well, dan I Knew You Were Trouble. Lagu-lagu ini diyakini tentang hubungan Taylor dengan John Mayer dana Jake Gyllenhaal yang keduanya jauh lebih tua saat berkencan dengannya.
Lirik akhir dari lagu ini menjelaskan Taylor yang ingin kembali ke masa mudanya. Liriknya berbunyi, “Satu-satunya yang tersisa hanya manuskripnya/Satu kenang-kenangan terakhir dari perjalananku ke pantaimu/Sesekali aku membaca manuskripnya/Tapi ceritanya bukan milikku lagi”.
Itulah makna dari lagu-lagu Taylor Swift yang adadalam album The Tortured Poets Department.
MG/Akbar Nugroho
Dalam liriknya, ia memperlihatkan pertanyaan dari publik setelah perpisahannya, berbunyi, “Apa kamu tidak dengar?/Mereka membatalkan semuanya/Terkesiap lalu/Bagaimana akhirnya?.”
Dari lirik itu kepedihanTaylor bukan hanya karena harus menguraikan dan memilah sendiri kehancuran hubungannya secara emosional, tetapi juga dirinya harus melihat seluruh dunia melakukannya.
15. So High School
Lagu ini merujuk pada hubungannya dengan Travis Kelce, yang membuatnya seolah kembali pada masa mudanya yang penuh cinta selayaknya masa SMA. Lirik dalam lagu ini benar-benar menggambarkan Kelce secara terang-terangan.
Seperti, “Kamu tahu cara bermain bola, aku tahu Aristoteles”, dan lirik lain “Kamu tahu apa yang kamu inginkan dan, Nak, kamu mendapatkannya”, juga “Apakah kamu akan menikah, mencium, atau membunuhku?”
Lirik terakhir mengacu pada saat Kelce diwawancara pada 2016. Saat itu ia ditanya mengenai Taylor dengan permainan Kiss, Marry, or Kill.
Lalu Kelce menjawab ciuman. Namun Taylor juga menjawab pada bagian akhir lagu, “Saya bertaruh pada ketiganya untuk kita berdua”.
16. thanK you aIMee
Dalam judulnya lagu ini terdapat beberapa permainan kata tata bahasa yang disengaja, tidak terlalu halus, dan terlihat jelas. Lagu ini disebut-sebut menyindirKim Kardashian, yang merupakan seteru lamanya bersama sang mantan suaminya, Kanye West.
Lagu ini tidak memerlukan banyak petunjuk untuk mengerti apa isi yang terkandung karena sangat jelas terlihat jika kamu membaca lirik lagu tersebut.
17. Cassandra
Lagu Cassandrapenuh dengan referensi dari mitologi Yunani yang mengacu pada putri Priam dan Hecuba, yaitu Cassandra yang memiliki karunia. Namun atas kutukan yang disampaikan oleh Dewa Apollo, Cassandra dikutuk agar tidak pernah lagi dipercaya oleh siapa pun.
Lagu ini menjadi metafora tentang perseteruan, rumor, dan tuduhan yang membuat Taylor mendapat kecaman yang membuat penyanyi tersebut menyesali pengalamannya tersebut karena tidak dipercaya.
18. Peter
Siapa yang tidak tahu mengenai kisah Peter Pan, seorang anak laki-laki yang tidak dapat tumbuh dewasa. Lagu ini juga mengisahkan hal yang serupa, yaitu tentang mantan yang dulu berusia 25 tahun, dan kini kembali bertemu tapi tetap tidak dapat kembali bersama.
Lirik yang berbunyi, “Kamu bilang kamu akan tumbuh dewasa dan kemudian kamu akan datang dan menemukanku”. Sontak parapenggemar kembali mengaitkan dengan Matty Healy yang berumur 25 tahun saat pertama kali bertemu dengan Taylor.
19. The Bolter
The Botler mengisahkan tentang seorang perempuan yang memulai hubungan, tetapi kemudian pergi. Ini membuatnya mendapat julukan “Bolter”. Lalu ada seorang pria yang berusaha untuk menjinakannya.
Banyak yang mengatakan bahwa lagu ini merupakan sebuah fiksi yang dikaitkan dengan kisah nyata dari Taylor.
Baca Juga: Lirik dan Makna Lagu 10 Minutes dari Lee Hyori, Viral di TikTok setelah 20 Tahun Dirilis
20. The Manuscript
Dalamlagu terakhir dalam album yang memilukan ini,Taylor sepertinya membicarakan hubungan lamanya yang pernah ia nyanyikan sebelumnya. Lagu ini mengambarkan perselingkuhan panas antara perempuan muda dengan pria yang lebih tua dengan memanfaatkan kenaifannya.
Lagu ini diyakini sangat terkait dengan lagu sebelumnya, seperti Would’ve, Could’ve, Should’ve, All Too Well, dan I Knew You Were Trouble. Lagu-lagu ini diyakini tentang hubungan Taylor dengan John Mayer dana Jake Gyllenhaal yang keduanya jauh lebih tua saat berkencan dengannya.
Lirik akhir dari lagu ini menjelaskan Taylor yang ingin kembali ke masa mudanya. Liriknya berbunyi, “Satu-satunya yang tersisa hanya manuskripnya/Satu kenang-kenangan terakhir dari perjalananku ke pantaimu/Sesekali aku membaca manuskripnya/Tapi ceritanya bukan milikku lagi”.
Itulah makna dari lagu-lagu Taylor Swift yang adadalam album The Tortured Poets Department.
MG/Akbar Nugroho
(ita)
Lihat Juga :