alexametrics

Mahasiswi Ubaya Ubah Kue Tradisional Jadi Lonceng Natal Raksasa

loading...
Mahasiswi Ubaya Ubah Kue Tradisional Jadi Lonceng Natal Raksasa
Mahasiswa Ubaya menyusun ratusan kue tradisional menjadi lonceng Natal raksasa di International Village, Ubaya Surabaya, Jumat (21/12/2018). Foto: SINDONews/Ali Masduki
A+ A-
SURABAYA - Cukup unik apa yang dilakukan tiga mahasiswi Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (Ubaya) ini. Mereka melakukan cara yang tidak biasa dalam menyambut Hari Natal 2018.

Tiga mahasiswi cantik, yakni Fabiana Giovani, Eunike Hermawan dan Refsi Fenny Utomo menyusun ratusan kue tradisional menjadi lonceng Natal raksasa.

Ratusan kue yang terdiri dari cenil, lupis, klepon, ongol-ongol dan gethuk mereka susun sedemikian rupa hingga persis lonceng Natal yang apik. Pada bagian bawah lonceng juga disusun kue membentuk tulisan "Semarak Nusantara, Rayakan Natal".



"Memang kami suka jajanan tradisional, tapi pada umumnya saat Natal lebih banyak muncul jajanan modern seperti cookies, kue tart dan lainnya. Itu yang membuat kami berpikir tentang sesuai yang unik, Natal yang Indonesia banget," ujar Fabiana Giovani serambi menyusun kue di Gedung International Village Lt.1 Kampus Ubaya, Jumat (21/12).

Wanita yang akrab disapa Gio itu mengatakan, beragam kue tradisional sengaja dipilihnya karena bisa menampilkan warna yang diinginkan. Cenil berwarna merah untuk bagian pita, lupis berwarna putih di bagian lonceng, klepon berwarna hijau untuk bagian daun, gethuk warna kuning pada bagian dalam lonceng dan ongol-ongol berwarna hitam sebagai outline. "Ini kan bisa mempertegas bentuk lonceng Natal raksasa," tegasnya.

Dia pun berharap, kalangan anak muda agar terus berkarya secara kreatif, tanpa meninggalkan budaya Indonesia. "Muatan lokal akan menambah nilai dari karya kreatif kita, jadi selain berbeda dengan karya yang lain, rasanya bangga bisa selalu mendukung Negeri sendiri," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Dosen Fakultas Industri Kreatif Ubaya, Florentina Tiffany menuturkan, lonceng unik berukuran 2,5m x 2,5m ini tetap didominasi merah dan putih, meskipun terdiri dari bermacam warna kue. Dia selalu mendorong mahasiswa FIK Ubaya untuk membuat karya yang terinspirasi dari budaya lokal.

"Semoga melalui lonceng Natal raksasa ini masyarakat tidak melupakan kehadiran kue tradisional," pungkasnya.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak