alexametrics

Antologi Rasa Buat Rizal Mantovani Arungi Lintas Genre

loading...
Antologi Rasa Buat Rizal Mantovani Arungi Lintas Genre
Sutradara kenamaan dalam negeri Rizal Mantovani kembali mencoba menggarap film drama romantis saat membesut Antologi Rasa. / Foto: KoranSINDO/Thomas Manggalla
A+ A-
JAKARTA - Sutradara kenamaan dalam negeri Rizal Mantovani kembali mencoba menggarap film drama romantis saat membesut "Antologi Rasa". Mengerjakan film yang diadaptasi dari novel laris karya Ika Natassa itu, Rizal menegaskan kesiapannya mengarungi lintas genre.

"Saya melepas topi genre lain dan saya memakai topi saya yang lain. Dalam (film) drama, saya coba realistis. Misalnya, penyampaian dialog pemain pasti beda dengan genre lain," ujar Rizal Mantovani di Jakarta, Jumat (4/1).

Hal tersebut membuat sineas yang mengawali karier dengan mengerjakan video klip musik itu mencoba mengurangi gambar-gambar menakjubkan. Ini biasanya kerap dia tampilkan dalam film-film horor garapannya.



"Saya pengin bahasa gambar tetap menarik untuk penonton, tapi bagaimana gambar keren itu tak menarik emosi dari karakter. Kadang gambar keren dalam film drama malah mematikan emosi si karakter," ungkap Rizal.

Salah satu pemeran utama film ini, Herjunot Ali merasa setiap film yang diangkat dari novel laris mewakili kehidupan sebuah generasi. Dia sendiri sebelumnya memang diketahui beberapa kali bermain dalam film yang diangkat dari sebuah novel.

"Iya, jadi ini untuk membawa sebuah novel yang besar kayak 'Antologi Rasa'. Antologi rasa ini kan novel yang mewakili generasi, samalah dengan ngomongin 'Di Bawah Lindungan Ka'bah', 'Tenggelamnya Kapal Van der Wijck', 'Supernova' itu novel yang mewakili generasi," terang Junot.

Oleh karena itu, kekasih Tatjana Saphira ini pun merasa harus memerankannya dengan hati-hati dan sepenuh hati. Pasalnya, setiap novel memiliki penggemarnya masing-masing yang memiliki imajinasi tersendiri terkait karakter yang ada di novel tersebut.

"Karena mereka punya fanbase masing-masing, pembaca tuh sudah punya pemikiran sendiri, wah karakter si ini harus kayak gini, karakter itu harus seperti itu. Kita harus hati-hati banget untuk memerankan karakter itu," ungkap Junot.

Pemeran utama lainnya, Refal Hady mengaku, keterlibatan dalam film ini membuatnya mendapat tantangan baru, yakni menghadirkan karakter novel ke film. "Kalau dibilang sulit pastinya ada kesulitan tersendiri. Cuma bagaimana cara kita figure it out karakternya itu yang menarik," kata Refal.

Aktor yang dikenal ketika bermain "Gita Cinta dari SMA, Galih dan Ratna" ini sebetulnya bukan kali pertama main film yang diadaptasi dari novel. Namun, tetap saja ada yang baru dan perlu dipelajari lagi. "Aku belajar lagi, bagaimana bikin karakter ini muncul, menarik dan bikin orang gemes sendiri," tuturnya.

Menurutnya, karakter Ruly adalah sosok alter ego darinya, dan merasa sosok Ruly sudah begitu matang secara finansial dan sangat ambisius dalam pekerjaan.

"Ruly ini cukup boring (membosankan) karakternya, sih. Sebagai humans being. Karena dia melakukan hal yang itu saja. Enggak pernah yang have fun kayak teman-teman lain. Dia ini orangnya sangat berambisi dalam mencapai apa yang diinginkan. Dia itu leadership-nya tinggi, straight forward, dia itu loyal dan bukan tipe orang yang macam-macam," paparnya.

Sementara itu, "Antologi Rasa" sendiri bercerita tentang cinta di tengah persahabatan Ruly, Keara dan Harris. Kisah ini dibalut dalam kehidupan metropolitan. Keara yakin bahwa Ruly yang dinantikannya selama 4 tahun adalah cinta sejatinya. Sementara dia pun tahu, Ruly mencintai Denise, teman sekantor mereka yang telah menikah. Harris pun yakin Keara adalah cinta sejatinya meski Keara hanya menganggapnya sahabat.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak