alexametrics

Yuk, Nikmati Sensasi Minum Kopi Selfie

loading...
Yuk, Nikmati Sensasi Minum Kopi Selfie
Beragam varian kopi khas nusantara, seperti Kopi Papua dan Kopi Tubruk khas Betawi dihadirkan Batavia Cafe. Uniknya, pengunjung bisa merasakan kopi selfie. Foto/SINDOnews/Nuriwan Trihendrawan.
A+ A-
JAKARTA - Beragam varian kopi khas nusantara seperti Kopi Bali, Kopi Papua Wamena, Kopi Mandailing, hingga Kopi Tubruk khas Betawi dihadirkan Batavia Cafe. Jumlah variannya mencapai 12 jenis kopi Nusantara.

Uniknya, di tempat yang berdiri sejak 2018 di Mal Lotte Mart Bintaro ini pengunjung merasakan kopi selfie, yakni sajian kopi yang di bagian atasnya (topping) terdapat catakan foto wajah atau diri si pemesan. Teknologi ini menggunakan sistem printing dengan menggunakan food grade ingredients sehingga tetap aman untuk dikonsumsi.

Kalau kopi selfie sudah tersaji di hadapan pelanggan maka biasanya si pemesan malah sayang untuk menyeruputnya. Si pemesan jadi lebih tertarik untuk memotret cangkir kopi yang ada foto wajahnya.



Sebagai pendamping minum kopi, pelanggan bisa memesan sajian desert seperti keronde, pisang bakar, pisang goring singkong rebus atau goreng.

Namun apabila perut lapar dan makanan ringan seperti disebut di atas tadi kurang mengenyangkan perut, maka pelanggan bisa memesan makanan dengan sajian menu nusantara, terutama menu khas Betawi. Seperti, Soto Batavia atau Soto Betawi, Semur Iga, Nasi Kucing khas Batavia, Nasi Bakar khas Batavia, dan Nasi Tumpeng Mini.

Menu favorit pilihan pelanggan di antaranya adalah Soto Betawi. Keunikan Soto Betawi di Batavia Café tidak menggunakan santan. Ada pun pengganti bahan santan untuk membuat kuah soto agar terlihat putih adalah susu. Selain itu ada juga Semur Iga dan disajikannya dengan kentang sebagai pengganti nasi.

“Jadi aman kalua dikonsumsi untuk pelanggan yang sudah berusia di atas 50,60, dan 70 tahun. Jadi lebih diarahkan ke menu sehat,” kata pemilik Batavia Cafe Susanty Widajaya yang telah berkecimpung di bisnis waralaba sejak 1997 yang juga pemilik brand franchise Bakmi Naga, kepada KORAN SINDO dan SINDOnews, Rabu (8/1/2019).

Ada pun Batavia Café dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya di Lette Mart Mall Bintaro, Rabu (28/2/2018) lalu.

Menurut Susanty, Batavia Café banyak dikunjungi komunitas dan seiring berjalannya waktu, café ini mulai banyak dikenal warga Jabodetabek yang ingin mencicipi hidangan khas Betawi. Salah satu pelanggan tetapnya yaitu komunitas Job Ave dan Bunda Dewi Motik. Juga komunitas ibu-ibu sosialita bersama teman-teman lama yang jadul (jaman dulu) suka kumpul gathering di Café Batavia.

“Pelanggan lainnya seperti ibu-ibu arisan, kumpul bareng, kemudian makan siang atau makan malam. Sedangkan kalangan mudanya datang untuk ngobrol dan ngopi di Batavia Café,” kata dia.

Susanty bercerita, ide pembuatan Batavia Café dilatarbelakangi karena kegemasan dirinya melihat banyaknya orang Indonesia yang suka nongkrong di café brand asing. “Jadi kenapa masyarakat Indonesia tidak memilih nongkrong di café dengan brand asli Indonesia. Sebab Indonesia kan dikenal sebagai penghasil kopi terbesar keempat di dunia, dari Sabang sampai Papua kita punya kopi,” kata dia.

Batavia Café juga mengusung Wonderful Indonesia sejalan dengan misi Kementerian Pariwisata. Jadi Batavia Café membawa misi menggali destinasi potensi wisata melalui kopi-kopi di Indonesia.

Kini Batavia Café mulai banyak dikunjungi ekspartriat atau turis mancanegara. Seperti warga Amerika Serikat, Eropa, Korea atau Jepang. Biasanya mereka nongkrong di café ini karena kekhasan kopi dan menu makanan Indonesianya. Mereka ngopi sambil menikmati camilan khas Indonesia, seperti Seronde, Singkong, pisang goreng, dan pisang bakar.

Bahkan bule-bule juga suka menikmati bir pletok. Yakni minuman khas Betawi yang meskipun namanya bir namun sebenarnya adalah minuman penyegar khas Betawi yang dibuat dari campuran beberapa rempah, yaitu jahe, daun pandan wangi, dan serai.yang tidak mengandung alkohol sama sekali.

Varian Kopi yang disajikan berasal dari beragam daerah unggulan. Di antaranya adalah Kopi Gayo, Mandailing, Sidikalang dari Sumatera, Bajawa dari Polres NTT, Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan, Kopi Bali, Kopi Papua, Kopi Ijen dari Jawa Timur, Kopi Luwak, Kopi West Java Estate, dan Cold Brew Wine.

“Seluruh minuman kopi yang disajikan bahan bakunya diambil dari daerah setempat. Sehingga selain memperkenalkan pesonal Indonesia melalui secangkir kopi, juga menambah wawasan para penikmatnya untuk lebih mengenal kopi nusantara,” pungkas Susanty.
(tdy)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak