Karya Seni Pengelola Wisata di Batang Ini Terinspirasi dari Pembangunan di IKN
Minggu, 12 Mei 2024 - 00:40 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Totarist rupanya telah cukup banyak terlibat dalam beberapa pembangunan tempat wisata yang ada di Indonesia. Karena itu, ia tampak menuangkan latar belakangnya dalam total 30 karya lukisan serta 6 karya instalasi yang tampak detail dan penuh cerita.
Bahkan, selain menjadi seorang seniman, Totarist saat ini juga memiliki latar belakang sebagai pengelola wisata yang ada di Batang, Jawa Tengah.
“Kebetulan saya banyak terlibat di pembangunan-pembangunan seperti di tempat wisata,” ungkapnya.
“Tempat wisata yang saya kelola saat ini sendiri tepatnya itu ada di Sikembang Park sama Way Kambang Edu Park, di Batang, Jawa Tengah,” tambahnya.
Sebagai informasi, karya-karya Totarist dalam pameran yang diadakan pada 8-32 Mei 2024 ini memang jarang menampilkan manusia atau makhluk hidup lain, kecuali beberapa potret dirinya sendiri. Kehidupan manusia yang absen di karya-karya ini tercermin dalam representasi rumah yang tumbuh seperti cendawan di musim hujan.
Melalui lukisan-lukisannya, Totarist mengeksplorasi hubungannya yang ambivalen dengan panorama alam, di mana ia mengagumi keindahan alam sambil merasa tertantang untuk menaklukkannya melalui tindakan membangun.
Bahkan, selain menjadi seorang seniman, Totarist saat ini juga memiliki latar belakang sebagai pengelola wisata yang ada di Batang, Jawa Tengah.
“Kebetulan saya banyak terlibat di pembangunan-pembangunan seperti di tempat wisata,” ungkapnya.
“Tempat wisata yang saya kelola saat ini sendiri tepatnya itu ada di Sikembang Park sama Way Kambang Edu Park, di Batang, Jawa Tengah,” tambahnya.
Sebagai informasi, karya-karya Totarist dalam pameran yang diadakan pada 8-32 Mei 2024 ini memang jarang menampilkan manusia atau makhluk hidup lain, kecuali beberapa potret dirinya sendiri. Kehidupan manusia yang absen di karya-karya ini tercermin dalam representasi rumah yang tumbuh seperti cendawan di musim hujan.
Melalui lukisan-lukisannya, Totarist mengeksplorasi hubungannya yang ambivalen dengan panorama alam, di mana ia mengagumi keindahan alam sambil merasa tertantang untuk menaklukkannya melalui tindakan membangun.
Lihat Juga :