alexametrics

Bunda, Perhatikan Aturan Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil

loading...
Bunda, Perhatikan Aturan Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil
Kenaikan berat badan pada ibu hamil penting diperhatikan. Pasalnya ada aturan atas kenaikan bobotnya itu. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Kenaikan berat badan merupakan salah satu perubahan yang dialami ibu hamil, selain mual dan perubahan kulit. Meski kenaikan berat badan terkesan biasa dan wajar selama masa kehamilan, namun kenaikan berat badan pada setiap ibu hamil tidaklah sama dan idealnya tergantung dengan bobot tubuh asli.

Spesialis Gizi Klinis dr. Diana F Suganda, M.Kes., Sp.GK mengatakan kenaikan berat badan pada ibu hamil memiliki aturan. Sebelum hamil, bobot tubuh wanita normal, maka saat hamil, kenaikan ideal berat badan sekitar 11,5-16 kilogram. Jika sebelum hamil, ibu overweight, maka kenaikan berat badan hanya 7-12 kilogram.
"Ibu hamil boleh naiknya hanya sekian kilo. Ada anjuran kenaikan berat badan ibu atau IMT (indeks masa tubuh) ibu sebelum hamil. Jika si ibu sebelum hamil normal berat badannya, boleh naik 11,5-16 kilo dari 0 sampai 39 minggu," kata dr Diana.

Sementara, jika ibu mengalami obesitas, misalnya bobot tubuh 80-90 kilogram ke atas sebelum hamil, maka kenaikan berat badan lebih kecil yaitu 5-9 kilogram.(Baca juga: Cegah DBD dengan Satu Rumah,Satu Jumantik).



Sedangkan ibu dengan berat badan 45 kilogram dan malnutrisi, dapat mengalami kenaikan berat badan yang lebih banyak dibandingkan kondisi ibu lainnya. Dijelaskan dr. Diana, kenaikan berat badan ibu hamil sangat mempengaruhi risiko saat ibu melahirkan.

"Kalau ibu malnutrisi bisa macam-macam. Ada preeklampsia, eklampsia, bayi kecil di dalem kandungan, cratinism, lahir belum waktunya dan postpartum complications," jelasnya.

Begitu juga dengan obesitas. Ibu dengan obesitas memiliki risiko yang tinggi. Diantaranya postpartum complication, bayi berukuran besar sehingga saat melahiran ibu harus menjalani prosedur caesar, risiko penyakit gula atau diabetes, hipertensi hingga preklamsia.

"Kalau obesitas juga nggak boleh. Bukan hanya malnutrisi yang berisiko, ibu dengan obesitas juga berisiko," tandasnya.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak