alexametrics

Pemerintah Dinilai Perlu Memberikan Perhatian pada Industri Film

loading...
Pemerintah Dinilai Perlu Memberikan Perhatian pada Industri Film
Dunia perfilman di Kota Makassar dan daerah lain di Indonesia saat ini mengalami peningkatan signifikan. / Foto: KoranSINDO/Thomas Manggalla
A+ A-
JAKARTA - Dunia perfilman di Kota Makassar dan daerah lain di Indonesia saat ini mengalami peningkatan signifikan. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin di kantor MD Pictures di Jakarta, belum lama ini.

Kehadiran Syafruddin di kantor MD Pictures dalam acara diskusi bersama MD Pictures dan belasan selebgram serta konten kreator asal Makassar. Diskusi tersebut berupaya mencari solusi bersama untuk lebih membenahi atau menata industri film Tanah Air agar lebih baik lagi.

Sejumlah selebgram yang hadir antara lain Tumming & Abu, Adhy Bassitoayya, Ahmad Gasali, Jade Thamrin dan Agass. Terdapat juga Jubir Wapres Jusuf Kalla, Husain Abdullah. Mereka dipertemukan langsung dengan CEO MD Pictures, Manoj Punjabi.



Selain berbincang-bincang, mereka juga diperkenankan melihat langsung ruang perfilman, editor film dan animasi. Dalam sesi diskusi, Manoj Punjabi membuka banyak hal terkait industri film.

"Dalam diskusi ini saya memberi inspirasi seperti apa industri film saat ini, apa yang bisa kita bikin agar lebih baik lagi. Konten itu sangat penting, bussines ini bukan seperti dagang gelas atau kursi yang bisa bikin ribuan laku tinggal nambah. Film itu individual product, only one. Cara menangani harus benar, creative sense, packaging, semua harus bagus," papar Manoj Punjabi kepada SINDO seusai diskusi.

Ada sebuah pertanyaan diajukan oleh pemuda Makassar terkait mudahnya MD Pictures mendapat tanggal rilis serta banyaknya layar. Manoj Punjabi pun menjelaskan bila hal itu karena ekshibitor telah percaya akan produknya yang pasti diminati pasar.

"Tadi ada pertanyaan kok kita bisa punya layar banyak? Ya karena saya sudah membuktikan lagi dan lagi dan lagi (membuat film ditonton banyak orang). Saya punya tanggung jawab untuk industri perfilman Indonesia jangan sampai hancur. Kita sekarang lagi naik-naiknya, empat tahun berturut-turut naik terus persentase penonton film Indonesia. Saya harap film Indonesia bisa jadi tuan rumah, industri ini jangan sampai jatuh, tapi harus berkembang," jelasnya.

Perfilman di Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar sendiri sejauh ini sudah sangat baik. Untuk itu, produser film kelahiran Jakarta, 7 Desember 1971 ini pun mengajak selebgram untuk kolaborasi dalam produksi MD Pictures. "Kita lihat saja ke depan dan terima kasih kepada Pak Syafruddin ada perhatian kepada industri, mohon kasih dukungan dan perhatian kepada pelaku industri film Tanah Air agar lebih baik," harap Manoj Punjabi.

Dalam kesempatan yang sama, sebagai pihak yang mewakili pemerintah, Syafruddin memuji perkembangan perfilman dalam negeri, yang itu bisa dilihat dengan besarnya jumlah penonton dan semakin baiknya kualitas dan kuantitas film yang dibuat sineas Tanah Air. Hal tersebut tentu perlu adanya sebuah regulasi yang baik, terutama tentang aturan hukum yang jelas sehingga industri semakin baik lagi.

"Potensi nasional dalam film itu sangat tinggi, oleh karenanya semua pihak terutama pemerintah perlu memberikan perhatian kepada industri film, karena sedang semarak kreativitas di kalangan anak muda," ucap Syafruddin.

"Untuk mencermati bagaimana menjadi sebuah persaingan yang kompetitif oleh karenanya kalau saya bagian pemerintah tentu akan mendorong pihak terkait dalam pemerintah untuk mendorong industri film ini paling tidak regulasinya kita bereskan," sambung Syafruddin, yang juga tokoh asal Sulsel ini.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak