alexametrics

5 Syarat Sebelum Memberi Makanan Pendamping ASI untuk si Kecil

loading...
5 Syarat Sebelum Memberi Makanan Pendamping ASI untuk si Kecil
Ada 5 syarat yang harus dipenuhi sebelum ibu memberi makanan pendamping ASI untuk si kecil, salah satunya kesiapan bayi. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Untuk mencukupi kebutuhan gizi, saat berusia 6 bulan pertama, bayi membutuhkan asupan tambahan selain air susu ibu (ASI). Pada usia tersebut, bayi mulai bisa dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI).

"MPASI harus diberikan saat ASI saja tidak mencukupi kebutuhan bayi. Ada kesenjangan disitu. Setelah usia 6 bulan, bayi butuh 600 kalori tapi dari ASI hanya 400 kalori jadi butuh dari MPASI," kata ahli gizi dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK.

Namun, pemberian MPASI pada si kecil tidaklah sembarangan. Ada beberapa syarat utama yang harus dipenuhi dalam memberikan MPASI. Ini, dr Diana menambahkan wajib diketahui para orang tua sebelum memberikan MPASI untuk buah hati mereka. Lantas apa saja syarat utama tersebut? Berikut ulasannya. (Baca juga: Diet Rainbow, Makanan Berwarna yang Bisa Melawan Penyakit Berbahaya).



1. Tepat waktu
MPASI harus diberikan tepat waktu, tidak boleh lebih cepat atau lambat. World Health Organization (WHO) menyebutkan usia 6 bulan merupakan waktu yang tepat untuk MPASI karena di usia ini usus bayi sudah siap menerima sesuatu yang lebih padat.

"Di usia ini, ASI sudah tidak cukup memenuhi kebutuhan zat gizi anak usia 6 bulan sehingga harus diberikan makanan pendamping ASI dengan ASI tetap diberikan sampai usia 2 tahun. Karena MPASI makanan pendamping bukan pengganti ASI," jelas dr Diana.

2. Bergizi
MPASI yang diberikan untuk si kecil haruslah bergizi, cukup energi, protein, vitamin dan mineral. Semua harus dilengkapi untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang bayi.

"Bayi dengan ASI saja bisa anemia. Harus diberikan MPASI. Gizi lengkap mengandung energi, karbohidrat, protein lemak dan mikronutrien sesuai usianya," ungkapnya.

3. Tepat cara pemberian
Pastikan MPASI diberikan dengan cara yang tepat baik tekstur dan jumlah haruslah seusia dengan usia bayi. Seiring bertambahnya usia, tekstur makanan yang diberikan semakin kasar hingga anak bisa mengonsumsi makanan seperti orang dewasa.

"Bayi umur 6 bulan nggak mungkin dikasih tim. Kasih bubur dulu. Kenali sinyal lapar vs kenyang. Frekuensi, jumlah dan metodenya," sarannya.

4. Bersih
Baik makanan, alat makan hingga tangan harus dalam keadaan bersih. Hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi silang bakteri. Artinya, MPASI harus disiapkan dengan cara higienis.

"Biasakan cuci tangan baik sebelum atau sesudah memberikan MPASI dengan air mengalir karena sering terjadi kontaminasi silang bakteri. Berikan MPASI dengan menggunakan tangan dan peralatan yang bersih. Hindari campuran makanan mentah dengan yang sudah matang. Jangan taroh sebelahan dengan makanan mateng dan mentah. Harus dipisah. Cuci sayur, buah sebelum di makan," sarannya.

5. Kesiapan bayi

Selain beberapa hal tersebut, dr Diana menyarankan untuk memperhatikan kesiapan bayi. Ini bisa ditandati dengan beberapa hal, diantaranya seperti dapat duduk dengan kepala tegak.

"Usia enam bulan ada kesiapan bayi yang disebut oromotor atau duduk dengan tegak tanpa ditopang lagi. Koordinasi mata, tangan dan mulut untuk menerima makanan, mampu menelan makanan padat. Kadang bayi umur 5-6 bulan saat kita makan didepannya sudah berdecap itu tanda saat bayi sudah siap untuk makan. Selain itu, bayi juga menunjukkan mintanya untuk makan," tandasnya.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak