alexametrics

Review Film Happy Death Day 2U

loading...
Review Film Happy Death Day 2U
Happy Death Day 2U tidak menawarkan banyak horor dan ketegangan selama 100 menit durasinya, tapi memberikan hiburan yang cukup bisa dinikmati penontonnya. (Universal Studios)
A+ A-
JAKARTA - Happy Death Day yang dirilis pada 2017 silam memberikan nuansa baru dalam menikmati film horor. Menawarkan kisah tentang seorang mahasiswi bernama Theresa “Tree” Gelbman yang mengalami kematian berulang-ulang, film ini tidak hanya menegangkan tapi sekaligus mampu membuat penontonnya terhibur. Ingin mengulang kesuksesan film tersebut, Universal pun meluncurkan sekuelnya dengan judul Happy Death Day 2U.

Masih disutradarai Christopher Landon, Happy Death Day 2U juga menampilkan muka-muka yang sebelumnya menghiasi film aslinya. Jessica Rothe kembali sebagai Tree, Israel Broussard kembali memerankan Carter Davis, Phi Vu sebagai Ryan Phan, Ruby Modine sebagai Lori Spengler dan Rachel Matthews sebagai Danielle Bouseman. Film ini juga menyajikan serangkaian tokoh baru seperti Suraj Sharma sebagai Samar Gosh, Sarah Yarkin sebagai Dre Morgan dan Steve Zissis sebagai Dekan Bronson. Film ini juga masih mengambil seting tempat yang sama, yaitu Bayfield University.

Happy Death 2U adalah jawaban dari misteri mengapa Tree terus menerus mengalami hal yang sama di hari yang di film pertama. Perulangan peristiwa itu berakhir setelah Tree akhirnya menemukan pembunuhnya, yaitu Lori, yang merupakan teman satu kamarnya di asrama. Film ini dimulai pada hari ketika semua hal tersebut berakhir.



Di Happy Death 2U, Tree bukan satu-satunya orang yang mengalami kejadian yang terus berulang. Peristiwa yang sama juga terjadi pada Ryan, teman satu kamar Carter. Ryan yang bingung, menceritakan semuanya kepada Tree yang kemudian menyadari penyebab dirinya terus mengalami kejadian yang sama, yaitu terbangun di ranjang asrama Carter. Ryan yang bingung kemudian dilanda ketakutan karena dikejar pembunuh dengan topeng bayi, persis yang dialami Tree di film pertama. Tree pun memutuskan untuk membantu Ryan. Namun, kekacauan justru terjadi.

Tree kemudian terjebak di dimensi lain ketika semua hal yang dia alami di dimensi asalnya jauh berbeda. Di dimensi ini, Tree harus menghadapi kenyataan ketika tahu bahwa Carter berpacaran dengan Danielle dan Lori belum mati. Di dimensi ini, Lori bukanlah pelaku pembunuhannya. Di sisi lain, dia bahagia karena ibunya masih hidup. Ketika Tree mulai menyukai kehidupannya di dimensi ini, dia pun sadar bahwa hidupnya bukan di dimensi tersebut.

Happy Death 2U masih memberikan hiburan bagi penontonnya. Film ini bisa membawa penonton terbahak-bahak melihat aksi konyol para aktor dan aktrisnya di film tersebut. Namun, jika Anda mencari tontonan yang mencekam dan menegangkan seperti film pertama, tunggu dulu.

Tak banyak horor dan ketegangan yang ditawarkan di film ini. Ketegangan dan horor muncul di awal-awal film ini saja. Ya, kurang lebih sekitar 20 menit pertama. Setelah itu, sisa dari 100 menit durasi film ini lebih banyak mengeksplorasi aksi konyol dan drama. Meski ada sedikit sisipan-sisipan adegan ketegangan di film ini, tapi Happy Death 2U tidak sehoror dan menarik film pertama.

Happy Death 2U memberikan nuansa lain sebuah sekuel. Alih-alih tetap memberikan ketegangan beruntun kepada penontonnya, sutradara Christopher Landon yang juga menjadi penulis film ini justru memberikan tontonan yang menghibur. Di sini, karakter Tree menjadi lebih dewasa dan bukan sekadar sosok yang suka berteriak-teriak ketakutan. Selain itu, pembunuh bertopeng bayi juga tidak lagi menyeramkan seperti di film pertama.

Happy Death 2U bisa disaksikan di bioskop kesayangan Anda mulai hari ini, Rabu (13/2/2019). Selamat menonton!
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak