alexametrics

Wanita yang Mengendarai Sepeda Punya Fungsi Seksual Lebih Baik

loading...
Wanita yang Mengendarai Sepeda Punya Fungsi Seksual Lebih Baik
Wanita yang bersepeda memiliki fungsi seksual yang lebih baik daripada perenang atau pelari karena bersepeda tidak punya dampak negatif pada fungsi seksual. (Ninja Mountain Bike Performance)
A+ A-
JAKARTA - Sebuah studi baru menemukan bahwa wanita yang mengendarai sepeda memiliki fungsi seksual yang lebih baik daripada perenang atau pelari. Studi atlet wanita melaporkan bahwa bersepeda tidak memiliki dampak negatif pada fungsi seksual dan kemih, bahkan pada pengendara wanita yang paling aktif sekalipun. Namun, penelitian ini menghubungkan siklus ke mati rasa genital dan luka sadel serta sedikit infeksi saluran kemih (ISK).

Dilansir dari Times Now News, menurut penulis studi utama Thomas Gaither dari University of California, San Francisco, luka sadel atau mati rasa dapat terjadi ketika saraf yang berjalan melintasi perineum menuju alat kelamin mengalami kompresi selama perjalanan yang lebih lama atau lebih intens. Namun, Gaither mengatakan bersepeda dapat meningkatkan kesehatan seksual wanita jika cara untuk mencegah luka dan infeksi dapat ditemukan. Berdiri saat mengendarai dikaitkan dengan kurang baal.

Temuan tersebut bertentangan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang lebih kecil yang menghubungkan bersepeda dengan disfungsi seksual pada wanita.



"Kami menemukan bahwa bersepeda tidak berdampak negatif pada fungsi seksual atau kemih. Namun, bersepeda sangat terkait dengan mati rasa genital dan luka sadel, dan sedikit terkait dengan ISK. Meningkatkan waktu berdiri di atas pelana dikaitkan dengan kemungkinan lebih rendah dari mati rasa genital yang dilaporkan sendiri," kata Gaither.

Penelitian ini, para peneliti mensurvei 3.118 wanita yang termasuk dalam organisasi bersepeda, renang, dan lari besar di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Para peserta dibagi menjadi dua kelompok yaitu pengendara intensitas tinggi yang bersepeda lebih dari tiga kali seminggu, rata-rata lebih dari 25 mil setiap perjalanan, dan pengendara intensitas rendah yang bersepeda kurang sering.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, lebih dari 80% peserta (baik kelompok intensitas tinggi dan rendah) aktif secara seksual dibandingkan bukan pengendara sepeda. Studi yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine ini juga menyebutkan bahwa pengendara sepeda intensitas tinggi 30% lebih kecil untuk melaporkan disfungsi seksual, dibandingkan dengan pelari dan perenang yang bukan pengendara sepeda.

Sementara tidak ada perbedaan dalam gejala kemih antara pengendara sepeda dan non pengendara sepeda. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa pengendara sepeda lebih mungkin memiliki infeksi saluran kemih (ISK) di masa lalu.
(alv)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak